Pelaku Usaha Terasi di Silau Laut Asahan Kesulitan Cari Pangsa Pasar


125 view
(Foto: SIB/Mubakhtiar Lubis)
Kesulitan : Muliadi pelaku usaha terasi di Desa Silo Baru Asahan kesulitan mencari pangsa pasar, Sabtu (27/2). 
Silau Laut (SIB)
Pelaku usaha terasi/belacan di Desa Silo Baru Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan kesulitan cari pangsa pasar.
Pasalnya, banyak warga di daerah pesisir tersebut memproduksi terasi.

Apalagi akibat dampak corona, sejumlah warung nasi dan pesta nikahan mengurangi sajian sambal terasi.
“Jadi, lebih banyak produsen dari pada konsumen,” ungkap Muliadi, di Silau Laut, Sabtu (28/2).

Menurut Muliadi, pemasaran terasinya hanya ke batas Kota Medan saja, sementara untuk ekspor belum punya izin ekspor, ujarnya.
Muliadi mengaku sudah puluhan tahun menggeluti usaha terasi di Silo Baru.

Katanya, dalam sehari, seorang pekerja wanita yang dipekerjakannya, sanggup mencetak dan menjemur terasi sebanyak 250 piches/tepek tiap hari yang dicetak secara manual.

“Jadi, jika ada 5 pekerja saja yang dikerjakan tiap hari, maka produksinya sudah 1.250 tepek belacan,” tambah Muliadi.

Mereka berharap kepada Pemkab Asahan melalui Dinas Kopdag dan pengusaha swasta bisa mencari solusi untuk pemasaran terasi.

Sementara Inong, pekerja wanita mengaku bisa mencetak terasi sebanyak 40- 50 Kg bahan baku terasi tiap hari.
Inong mengatakan, dia menerima upah Rp 200/tepek dan mampu mencetak 300 tepek terasi tiap hari. (A05/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com