Pelindo II Manfaatkan Teknologi Digital Tingkatkan Pelayanan dan Cegah Suap Menyuap


203 view
Pelindo II Manfaatkan Teknologi Digital Tingkatkan Pelayanan dan Cegah Suap Menyuap
(Foto : Dok/Pelindo II)
DIGITALISASI : Pelindo II atau Indonesia Port Corporation (IPC) terus memanfaatkan teknologi digital dalam layanan untuk cegah suap menyuap. 
Medan (harianSIB.com)
Pelindo II atau Indonesia Port Corporation (IPC) terus memanfaatkan teknologi digital dalam layanan kepelabuhan.

"IPC terus mengoptimalkan layanan terminal peti kemas melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi jasa kepelabuhan dan mencegah praktik suap menyuap," kata Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono dalam pres rilis yang diterima wartawan, Selasa (29/6/2021).

Arif menyebut sejumlah program optimalisasi pelayanan operasional kepelabuhan melalui digitalisasi. Pertama, Single Truck Identity yang merupakan sistem berbasis elektronik yang terintegrasi dengan trucking company, asosiasi trucking dan cabang pelabuhan dalam melakukan pendaftaran Truck ID yang berisi data identitas kendaraan seperti nomor polisi dan data perusahaan pemilik truk/perusahaan angkutannya.

Dengan implementasi Single TID ini, katanya, identitas truk yang masuk ke semua terminal di lingkungan IPC akan berada dalam satu database, sehingga akan memudahkan dalam identifikasi, penataan dan monitoring truk ke depan.

Kedua, lanjutnya, penerapan centralized traffic management system. "Ini adalah sistem pengendalian lalu lintas yang mengawasi dan mengatur aktivitas keluar dan masuknya truk trailer di wilayah pelabuhan," ujar Arif.

Menurut Arif, dengan penerapan centralize traffic management syatem ini, petugas akan dengan mudah mengawasi dan mengatur pergerakan truk melalui CCTV dan pengeras suara serta patroli secara berkala.

Ketiga, kata Arif, penggunaan i-Hub. Ia menjelaskan i-Hub adalah single platform untuk semua pelayanan berbasis digital.

I-Hub merupakan pengembangan dari layanan e-Service yang telah berjalan selama ini, dengan menambahkan fitur monitoring, track and trace petikemas dan sarana pengangkut secara realtime yang langsung dapat dimonitor oleh pemilik barang, berbasis mobile app dan web. Dengan implementasi i-Hub ini, IPC memastikan semua layanan customer ke depan tidak ada lagi physical contact dan berbasis digital.

Keempat, penerapan Single Terminal Operating System (Single TOS) untuk memudahkan perencanaan dan pengendalian operasi di semua terminal di IPC dalam satu aplikasi TOS. Penerapan Single TOS ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Inpres No 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (NLE) di Pelabuhan.

Arif berharap digitalisasi ini bukan cuma bertujuan meningkatkan pelayanan, melainkan juga dapat mengikis praktik suap-menyuap. "Digitalisasi membuat pelayanan kepelabuhan menjadi lebih transparan, bukan cuma mengoptimalkan pelayanan, melainkan juga meminimalisasi peluang praktik suap-menyuap," kata Arif. (*)

Penulis
: Donna Hutagalung/Rel
Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com