Pembagian Tanah Tala di Desa Silaen Tobasa Diminta Ditinjau Ulang

* Camat Silaen Sarankan Keturunan Marga Silaen Berdamai

691 view
Medan (SIB) -Pembagian tanah tala seluas 38 hektare di Desa Silaen Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) milik keturunan Op Sumindar Silaen  secara sepihak oleh oknum tertentu diminta ditinjau ulang sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di kalangan marga Silaen.

Permintaan itu disampaikan sejumlah perwakilan keturunan Op Sumindar, yakni St P Silaen, J Silaen dan  F Silaen kepada SIB di Medan, Sabtu(10/6) terkait pembagian tanah tala di Desa Silaen Kecamatan Silaen Tobasa.

Menurut mereka, pembagian tanah tala ini terkesan sepihak, karena hanya 2 pomparan dari keturunan Op Sumindar Silaen yang mendapat bagian. Sementara 15 pomparan lagi sampai sekarang belum pernah menerima jatah tanah bahkan sama sekali tidak dilibatkan membahas pembagian tanah dimaksud. 

Dikatakan, selain pembagian tanah tidak merata terhadap seluruh keturunan Op Sumindar, juga sebagian pemilik tanah menerima  2 sertifikat tanah kepemilikan pertapakan sehingga menuai protes, karena ada warga sama sekali tidak mendapat bagian, walau terdaftar sebagai penerima.

Ironisnya, surat ditandatangani pomparan Op Sumindar Silaen adalah mencabut perkara tana tala di Desa Silaen Kecamatan Silaen Tobasa dari Mahkamah Agung (MA) tersebut bukan memberikan surat kuasa kepada seseorang untuk membagi-bagikan tanah, melainkan surat yang diberikan Arifin Silaen ketika menjabat Kepala Desa Silaen di kedai tuak Silaen di Desa Lumban Julu Kecamatan Silaen pada malam hari dan tidak di Kantor Kepala Desa.

"Menjadi pertanyaan pada acara syukuran penyerahan sertifikat Tanah Tala Desa Silaen oleh Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Toba Samosir kepada 102 kepala keluarga dari keturunan Op Sumindar Silaen pada 29 April 2017 di Lapangan Merdeka Silaen Jalan Silaen Sitorang Kecamatan Silaen, Tobasa, hanya 2 pomparan diundang dan 15 pomparan lainnya tidak diikut sertakan," kata mereka.

Mencermati masalahnya, perwakilan marga Silaen khususnya dari keturunan Op Sumindar meminta kepada sejumlah oknum yang mengklaim sebagai kepercayaan dari perwakilan keturunan Raja Silaen Punsumindar dan Op Sumindar meninjau kembali pembagian Tanah Tala seluas 38 hektar di Desa Silaen Kecamatan Silaen Kabupaten Tobasa.

Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat B Silaen menyebutkan, Tana Tala di Desa Silaen Kecematan Silaen, Tobasa merupakan tanah perkara sejak  1972 dan hingga kini belum jelas kepemilikannya sehingga menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat setempat.

Meski pada April 2017 tanah tersebut sudah dibenahi dan disebut-sebut seluruh tanah sudah dibagi-bagi oleh oknum tertentu kepada keturunan Op Sumindar, namun pada kenyataannya hanya 2 keturunan, yakni Pangarungkup dan Parnagabosi yang kebagian tanah dimaksud.

Mantan Kepala Desa Arifin Silaen ketika di SMS melalui telepon selular tidak mau memberikan jawaban masalah kepemilikan Tanah Tala seluas 38 hektare di Desa Silaen Kecamatan SilaenTobasa tersebut merupakan tanah adat keturunan Op Sumindar Silaen.

Sementara Camat Silaen Rajiun Silaen saat dihubungi lewat telepon menyarankan agar seluruh warga atau keturunan marga Silaen terutama dari keturunan Op Sumindar di kampung halaman dan perantauan berdamai menyelesaikan kasus kepemilikan tanah tersebut, sehingga masalahnya tidak berlarut-larut. (A 06/c)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com