Pembangunan Jalan Menuju HKBP Onan Baru Pangururan Dinilai Tidak Sesuai Perencanaan

* PPK : Nanti Diarahkan Bila Tidak Sesuai

473 view
Pembangunan Jalan Menuju HKBP Onan Baru Pangururan Dinilai Tidak Sesuai Perencanaan
Foto SIB/Eben Ezer Pakpahan
DRAINASE: Pengerjaan drainase pembangunan jalan menuju HKBP Onan Baru Pangururan di Desa Pardomuan I dinilai asal, tanpa ada pembuatan lubang saluran kontrol air. Foto dipetik, Kamis (10/12).
Samosir (SIB)
Proyek pembangunan jalan menuju Gereja HKBP Onan Baru di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir yang sedang berlangsung pengerjaannya dinilai asal-asalan tidak sesuai spesifikasi rancangan bangunan.

Tinjauan SIB di lokasi pengerjaan, Kamis (10/12), proyek pembangunan jalan sekitar 1 Km tersebut bersumber dari dana P-APBD 2020 Dinas PUPR (Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat) Kabupaten Samosir berbiaya Rp 200 juta. Para pekerja yang sedang mengerjakan pembuatan drainase jalan, tidak membuat lubang saluran kontrol air di sejumlah titik pengerjaan dan hanya terlaksana di sebahagian titik saja.

Seorang warga sekitar Jans Sidabutar (45) mengatakan, pembuatan drainase itu asal jadi, tidak ada selisih jarak setiap titik untuk saluran kontrol air.

"Dari arah gerbang gereja, mereka membuat buka tutup saluran airnya, tapi makin ke ujung, baik disisi kiri dan kanan jalan sudah tidak ada lagi. Nanti kalau di sini (sambil menunjuk-red) sumbat, apa harus dihancurkan lagi penutup salurannya, asal jadi saja kulihat pengerjaannya," cetus Jans.

Menurut dia, hendaknya di sepanjang sisi kiri-kanan penutup saluran air hingga ke ujung pengerjaan ada jarak untuk lubang kontrol saluran air, agar masyarakat bisa memeriksa bila terjadi sumbat oleh sampah yang terseret aliran air ketika turun hujan. "Maunya ada jaraklah dibuat, ntah itu setiap 25 meter atau 30 meter lubang kontrol saluran airnya," sebutnya.

Warga lainnya, Boris Situmorang (40) menyebut pengerjaan itu sepertinya dianggap sepele oleh kontraktor tanpa melihat fungsi saluran ketika nanti mulai proses pengaspalan jalan. "Pekerjaan ini tidak bisa diremehkan. Nanti saat pengaspalan dengan tinggi aspal 5 Cm, bagaimana fungsi saluran ini apa bisa berjalan mengingat sekarang musim hujan. Tolonglah agar segera diperbaiki untuk kepentingan masyarakat," katanya.

AKAN DIARAHKAN
Menanggapi pengerjaan itu, PPK (Panitia Pelaksana Kegiatan) Dinas PUPR, Boy Naibaho ketika dikonfirmasi via seluler, Senin (14/12), menyebut pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak rekanan untuk segera melakukan perbaikan terhadap pembangunan saluran kontrol air bila tidak sesuai perencanaan bangunan.

"Di perencanaan jarak saluran kontrol air setidaknya harus ada setiap 30 meter. Nanti kita arahkan bila tidak sesuai perencanaan. Saya belum mengetahui pasti salahnya, karena belum ada ke lokasi pengerjaan, jadi kita akan ke sana meninjau," sebut Boy Naibaho. (H04/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com