Dibiayai Dana Desa

Pembangunan Jalan Setapak dan Tali Air di Desa Dalihan Natolu Tidak Berfungsi


290 view
Pembangunan Jalan Setapak dan Tali Air di Desa Dalihan Natolu Tidak Berfungsi
Internet
Ilustrasi jalan setapak
Toba (SIB)
Pembangunan jalan setapak Desa Dalihan Natolu, Dusun 4 Batu Moror Kecamatan Silaen Kabupaten Toba diduga sarat KKN. Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020, 2021 banyak bangunan bermasalah sehingga tidak dapat dimanfaatkan masyarakat setempat.

Hal itu dikatakan Ketua DPP LSM LPPAS (Lembaga Pemantau Pembangunan dan Asset Republik Indonesia) RI, Jauli Manalu SH kepada SIB, Selasa (23/11) melalui pesan WhatsApp usai melakukan investigasi lapangan ke Desa Dalihan Natolu lokasi pembangunan desa dari bantuan pemerintah melalui DD yang diduga KKN.

Misalnya pembukaan jalan setapak di tahun 2020 sebesar Rp89 juta dari DD di Dusun 4 Batu Moror tidak digunakan warga, sehingga dinilai pembangunan itu mubazir. Pembangunan penahan tanah panjang 35 meter tinggi 3,5 meter dasar 50 cm atas 25 meter dari dana desa Rp140 juta tahun 2021 dan pembangunan tali air tahun 2020 sekitar 200 meter juga dana desa Rp 200 juta diduga asal jadi sehingga tidak berfungsi.

Atas pekerjaan itu, Jauli Manalu yang investigasi ke Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Silaen Kabupaten Toba itu mengatakan agar pekerjaan itu diaudit pihak terkait segera karena hal yang sama juga diduga banyak terjadi di desa lain.

Jauli Manalu yang juga penggiat anti korupsi itu berharap pihak yang berkompeten, baik inspektorat dan BPK Sumut untuk mengaudit temuan LSM itu.

"Kami datang langsung meninjau pekerjaan tersebut dan kami tanya salah satu masyarakat yang tidak mau disebut nama dan identitasnya. Kepala Desa Teddi Panjaitan ketika dikonfirmasi juga tidak dapat dihubungi karena sibuk untuk mencalonkan kepala desa Dalihan Natolu ketiga kalinya," ujar Jauli Manalu.

Dia berharap inspektorat Kabupaten Toba turun atas dugaan pekerjaan pembukaan jalan dan tali air dan penahan air di Desa Dalihan Natolu Kecamaten Silaen Kabupaten Toba itu.

Sementara Kepala inspektorat Kabupaten Toba, Walmen Hutahaean saat dikonfirmasi SIB belum mau mengangkat telepon demikian juga Kepala Desa Teddi Panjaitan juga tidak mau angkat telepon. Karena itu diminta pihak terkait untuk segera mengusut dugaan penyalah gunaan DD tersebut.

SAYA PANGGIL KADESNYA
Plt. Camat Silaen, Darwin Sianipar dikonfirmasi, Rabu (24/11) mengatakan, terkait tudingan LSM LPPAS RI atas dugaan korupsi pada proyek DD Desa Dalihan Natolu TA. 2020, pihaknya belum mengetahui informasi tersebut. Bahkan surat LSM LPPAS juga tidak ada masuk ke kantornya.

Lanjut Darwin, pihaknya akan segera berkordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Toba terkait dugaan penyelewengan DD Dalihan Natolu. Ia juga akan memanggil Kepala Desa Dalihan Natolu terkait informasi tersebut.

"Sama sekali tidak ada surat LSM LPPAS ke Kantor kita, saya sudah cek. Besok saya coba berkordinasi dengan Inspektur, soalnya ini sudah sore. Besok juga akan saya telpon kepala desanya untuk informasi ini," terangnya. (A13/SS23/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com