Pembangunan Laboratorium dan Jamban Sekolah di Kepulauan Nias Capai Rp 140 M, Tapi Minim Pengawasan

* PPK Saut Limbong Mengakui

206 view
Pembangunan Laboratorium dan Jamban Sekolah di Kepulauan Nias Capai Rp 140 M, Tapi Minim Pengawasan
Foto: SIB/Riswan H Gultom
MINIM: Salah satu SMA yang mendapat jatah pembangunan laboratorium dan jamban di Gunungsitoli minim pengawasan sesuai pantauan wartawan baru baru ini. 
Nias (SIB)
Pembangunan laboratorium dan jamban di SMA/SMK 4 kabupaten/kota Kepulauan Nias TA 2021 minim pengawasan sehingga berpotensi terjadi pelanggaran teknis dan penyelewengan anggaran. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Saut Limbong pun mengakui hal itu.

Limbong yang merupakan pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Sumut saat dihubungi SIB, Kamis (21/10) menjelaskan, pengawasan tidak maksimal karena adanya dua orang PPK yang ditugaskan atasannya.

Dikatakan, anggaran pembangunan laboratorium dan jamban SMA/SMK TA 2021 bersumber dana alokasi khusus (DAK) pusat untuk 100 lebih sekolah di Nias Selatan, Gunungsitoli, Nias Barat dan Nias Utara sekira Rp 140 miliar. "Sejak paket bergulir di Pokja ULP, saya sudah dihunjuk sebagai PPK, namun belakangan ada 30 paket ditender ulang dan PPK ditambah sehingga kami menjadi dua orang," jelasnya.

Anehnya dikatakan, sebelumnya sebanyak 96 paket sudah diikat kontrak dan dirinya dihunjuk sebagai PPK, namun akhirnya yang menentukan pengawas lapangan adalah PPK yang baru, yang juga ditugasi menangani pekerjaan yang ditender ulang.

Dengan demikian Limbong mengaku tidak bisa berkoordinasi dengan baik dengan petugas lapangan dalam memantau pengerjaan penbangunan laboratoriun dan jamban. "Terpaksa saya turun sendiri berkeliling di empat kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Saya lihat pengawasan minim. Petugas yang dihunjuk PPK baru tidak aktif, kadang hanya seminggu sekali hadir. Ini sangat fatal, namun bagaimana lagi, sudah keputusan pimpinan," jelasnya.

Hal itu diakuinya dapat berimbas terhadap kualitas pembangunan, yang mana dalam situasi keuangan serba kekurangan dalam kondisi pandemi harusnya program pembenahan sekolah, dananya harus tepat sasaran.

Namun walaupun dengan kondisi demikian menurutnya, pekerjaan tetap jalan dan dijadwalkan rampung bulan November tahun ini. Progres kini mencapai 70 persen minus sekolah di Kecamatan Toma Nias Selatan. (A19/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com