Darwin Antoni Manurung SPd MPd:

Pembelajaran Kurikulum Merdeka Lebih Bermakna dan Menyenangkan


129 view
Pembelajaran Kurikulum Merdeka Lebih Bermakna dan Menyenangkan
Foto: SIB/Ekoinra Siahaan
FOTO BERSAMA: Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar Prof Dr Jumaria Sirait MPd (empat dari kiri) bersama Fasilitator Darwin Antoni Manurung SPd MPd (ketiga kiri), Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Marlina Tambunan SPd MPd, Plt Pembantu Dekan III Mungkap Siahaan dan mahasiswa foto bersama saat workshop di gedung Menza UHKBPNP, Kamis (19/1). 

Pematangsiantar (SIB)

Fasilitator Darwin Antoni Manurung SPd MPd mengatakan, kurikulum merdeka belajar lebih bermakna, menyenangkan dengan materi-materi esensial sesuai kebutuhan peserta didik dan proses pembelajarannya berpusat kepada murid.

"Kalau kurikulum merdeka ini, salah satu keunggulannya adalah digitalisasi. Dimana, pemerintah sudah menyiapkan sebuah aplikasi yaitu Platform Merdeka Mengajar (PMM). Yang mana, seluruh perangkat pembelajaran itu ada di PMM dan bisa diakses di situ. Jadi, PMM ini dan kurikulum merdeka ini sudah episode ke 15 dari rangkaian merdeka belajar yang sudah dikeluarkan Menteri sampai episode 22," kata Darwin saat menggelar workshop penyusunan perangkat pembelajaran kurikulum belajar merdeka yang berlangsung, Kamis (19/1) dan, Jumat (20/1) di gedung Menza Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar.

Jadi, sambung Darwin, kalau dulu di kurikulum 13, guru-guru itu mengeluh menyiapkan perangkat pembelajarannya kerena sedemikian banyak, dan menyita banyak waktunya dalam menyusun perangkat pembelajarannya. Sekarang, sudah dimudahkan dengan adanya aplikasi Platform Merdeka Mengajar.

Kalau sekolah-sekolah yang pada posisinya, Darwin mengatakan, implementasi ada tiga bagian. Pertama, mandiri belajar masih menggunakan kurikulum 2013. Tapi, prinsip-prinsip dan sebagian konsep-konsep dari kurikulum merdeka itu, termasuklah profil pelajar Pancasila sudah dipakai.

Kedua, namanya mandiri berubah, sekolah sudah melaksanakan kurikulum merdeka dan perangkat pembelajarannya, itu bisa diakses, didownload dan dimodifikasi melalui PMM. Ketiga, mandiri berbagi, kalau sekolah yang sudah melaksanakan mandiri berbagi biasanya, sekolah yang sudah melaksanakan kurikulum merdeka lebih dari satu tahun. "Mandiri berbagi ini, perangkat pembelajarannya itu, mereka yang mengembangkan dan memodifikasi sendiri," kata Darwin.

Disinggung kelemahan kurikulum merdeka, Darwin menyebut, pemerintah membuat kebijakan kurikulum merdeka dengan proses penelitian dan kajian yang panjang. Setiap kurikulum yang dikeluarkan tidak memikirkan kelemahan. Namun pada proses implementasinya di lapangan, selalu ditemukan kelemahan.

"Kenapa terjadi kelemahan pada saat mengimplementasikan? Kerena aktor yang melaksanakan kurikulum itu, tidak secara maksimal, optimal dan tidak menjalankan sebaik baiknya teknis pelaksanaan kurikulum tersebut," pungkas Darwin.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com