Pembelajaran Tatap Muka Dilaksanakan, Semua Guru dan Tenaga Kependidikan Harus Divaksin


111 view
Foto Dok
Syaiful Huda
Jakarta (harianSIB.com)

Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi para pelajar tidak berlaku secara nasional pada tahun ajaran baru pada Juli 2021.

Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri, yang punya kewenangan membuka sekolah, bukan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) tetapi Pemerintah Kabupaten dan Kota.

Di dalam SKB tersebut juga ditegaskan, orang tua punya hak otoritatif menentukan apakah anaknya tetap melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau ikut PTM.

Syaiful Huda menyatakan hal itu dalam diskusi bertema “Menakar Urgensi Sekolah Tatap Muka”, di Press Room Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021), seperti dilaporkan jurnalis Koran SIB Jamida Habeahan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini berpendapat, jika PTM diberlakuan syarat pertama yang harus diterapkan adalah para guru dan tenaga kependidikan sekolah harus sudah divaksin. Tujuannya mengurangi tingkat penularan di sekolah.

“Hal ini sudah merupakan kesepakatan dan wajib hukumnya,” kata Syaiful Huda sambil menyebutkan hingga saat ini masih menjadi persoalan untuk memvaksin sekitar 5,6 juta guru . Sebab, yang baru divaksin masih sekitar 1,5 juta orang yang berarti baru sekitar 30 persen.

Wakil rakyat dari Dapil VII Jawa Barat ini mengharapkan Kemendikbudristek serta Satgas Covid harus kejar tayang. Semuanya harus divaksin paling lambat akhir Juni ini. Guru wajib divaksin karena mereka relatif sudah sepuh dan berisiko terpapar Covid-19.

Seskretaris Ditjen Paud Dasmen Kemendikbud Sutanto memastikan pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya.

Kemendikbud Ristek telah berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk kementerian lain. Pemerintah daerah juga sudah melakukan sosialisasi pertemuan dalam rangka persiapan PTM.

Hal yang memberatkan persiapan PTM adalah soal pendataan. Misalnya, data untuk mengetahui berapa jumlah sekolah yang siap melakukan PTM.

Sutanto mengakui tidak semua sekolah sama dalam menyiapkan PTM karena tiap sekolah memiliki fasilitas berbeda dari sisi peralatan dan sistemnya. (*)

Penulis
: Redaksi
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com