Pemeliharaan Jalan di Labura Asal Jadi, Kualitas Proyek Dipertayakan

*Kadis Kominfo: Nanti Saya Tanyakan Kadis PUPR

173 view
Pemeliharaan Jalan di Labura Asal Jadi, Kualitas Proyek Dipertayakan
(Foto: SIB/Jepri Nainggolan)
HANCUR: Sejumlah pemeliharaan jalan tahun anggaran 2021 bergelombang dan aspal hancur di depan SDN Silumajang, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. 
Aekkanopan (SIB)
Kualitas pekerjaan pemeliharaan jalan di tiga Kecamatan Kualuhhulu, Aeknatas dan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dipertanyakan. Pasalnya, baru selesai dikerjakan sudah rusak dan asal jadi. Seperti di Jalan Aekkota Batu/Hatapang, Kampung Pajak/Simonis, Aekkanopan/Bandarmanis dan Jalan Sukarame. Demikian pantauan SIB belum lama ini.

Menurut Erni (33) warga setempat perbaikan jalan ini baru satu bulan selesai dikerjakan oleh pekerja. Tapi, kualitasnya hanya sebentar dan aspal kupak-kapik menggunung dibahu pinggir jalan tersebut. Kini, perbaikan jalan dimaksud semuanya menunjukkan adanya lekukan kerusakan lebih dari 10 sentimeter dan dibiarkan begitu saja. Diduga hasil proyek dimaksud berkualitas rendah.

"Oleh karenanya, keadaan demikian menjadi sebuah pertanyaan besar. Mengapa hasil pekerjaan proyek di Kabupaten Labuhanbatu Utara sejak dulu hingga sekarang ini, hampir tidak ada yang bertahan lama," katanya.

Hal senada disampaikan Dedi (38), Tamba (45) pekerjaan pemeliharaan jalan baru satu bulan selesai dikerjakan pihak rekanan. Diduga kuat pekerjaan asal jadi, karena baru selesai dikerjakan sudah rusak. Selain rusak, aspalnya bergelombang yang membuat para pengendara khawatir saat melintasi jalan tersebut, karena permukaan jalan tidak rata. Dan mereka melihat pekerjaannya terlalu mengejar waktu, sehingga pemeliharaan jalan asal jadi tanpa memperhitungkan kualitas dan ketahanan aspal.

"Sepanjang ruas jalan yang baru dikerjakan itu terlihat bergelombang dan kasar, bahkan banyak badan jalan aspal terlihat tipis. Kalau begini kualitasnya jalan tersebut akan cepat rusak. Padahal, masyarakat sangat berharap pemeliharan jalan itu bagus, guna mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke pasar," katanya.

Akibat rendahnya kualitas proyek di Labura, maka seluruh proyek harus mendapatkan pengawasan yang ketat, selesai nantinya diwajibkan menjalani uji kelayakan. Dikarenakan, selama ini jika mengharapkan kejujuran perangkat yang dihunjuk dalam proyek tertentu masih jauh dari moralitas pertanggung jawaban dan diduga sarat akan "kepentingan".

"Kalau yang lalu biarlah, tapi mulai saat ini hingga ke depan harus diawasi semaksimal mungkin. Bila perlu, PPK, pengawas lapangan serta kepala dinas tidak boleh menandatangani berita acara penyelesaian proyek bila belum melakukan study lapangan. Itu juga kalau kita semua memiliki itikad baik menjaga mutu infrastruktur daerah ini yang dibangun dengan dana dari rakyat," ucapnya.

Kepala Dinas PUPR Labura, Edwin Defrizen melalu Kabid Sarana Jalan dan Jembatan, Ali Armaya dikonfirmasi via seluler berulang kali tidak diangkat. Via WhatsApp terkirim, tidak dibalas.

Terpisah, Kadis Kominfo, Sugeng dihubungi via seluler menanyakan kembali, apakah, itu pekerjaan pemeliharaan jalan tahun anggaran 2021 ya. "Nanti akan saya tanyakan kepada Kadis PUPR via seluler dan begitu juga kabidnya," katanya.

Sementara, data dihimpun SIB dari sirup LPSE APBD 2021, Pemkab Labuhanbatu Utara menganggarkan dana pemeliharan jalan Aekkotabatu/Hatapang sebesar Rp 130 juta, Kampungpajak-Simonis Rp 130 juta, Aekkanopan-Bandarmanis Rp 195 juta dan Sukarame Rp 195 juta. (E8/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com