Pemerintah Diminta Kaji Ulang BST


122 view
Pemerintah Diminta Kaji Ulang BST
Internet
Ilustrasi
Simalungun (SIB)
Pegiat Budaya Dian Manik meminta pemerintah untuk mengkaji ulang penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) karena dinilai hanya pemborosan. Hal tersebut disampaikannya kepada SIB, Rabu (28/7).

Menurutnya, niat baik pemerintah itu sering disalahgunakan penerima karena bantuan sering digunakan untuk hal yang tidak penting, bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kita lihat sekarang, pemerintah sudah mulai mengalami keterbatasan untuk memberikan bantuan tanpa adanya pergerakan dari masyarakat penerima. Sekarang yang perlu dipikirkan, bagaimana agar bantuan yang diberikan pemerintah bisa mendorong masyarakat menjadi produktif di masa pandemi ini, bukan malah membuat masyarakat menjadi malas," kata Dian.

Menurutnya, alangkah baiknya apabila bantuan sosial tunai itu dialihkan untuk membantu usaha produktif, salah satunya usaha tani yang nantinya lebih efektif untuk persediaan stok ketahanan pangan.

"Apalagi kita lihat sekarang, semua kewalahan tentang pangan. Situasi sekarang ini kan tidak mungkin lagi mengimpor. Jadi sekarang untuk kita saja bisa tercukupi sudah baik di masa pandemi yang mendunia ini," pungkasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, sebaiknya bantuan sosial tunai itu bisa diprioritaskan membantu masyarakat dalam sektor pertanian. Jadi mulai dari ketersediaan pupuk bersubsidi, BBM hingga alat mesin pertanian (Alsintan) harus benar-benar difasilitasi pemerintah.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumatera Utara Dapil X Siantar-Simalungun, Gusmiyadi mengutarakan bahwa bantuan dari pemerintah bisa menjadi stimulus ekonomi. "Harapannya dengan diberikan bantuan tunai, maka warung-warung, sektor ekonomi lokal bisa bergerak," kata Gusmiyadi.

Menurut Gusmiyadi, dalam kasus pemanfaatan bantuan itu sebenarnya yang keliru bukan programnya, tapi mental penerima yang tidak mampu memanfaatkan bantuan itu sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan prioritas pada keluarga.

Sama halnya dalam konteks pertanian. Petani-petani kita tidak cukup mampu memanfaatkan bantuan pemerintah dengan baik. Bantuan Alsintan misalnya, tidak sedikit yang terlantar, atau malah “ditebus” layaknya bisnis. Ini fakta di lapangan. Jadi problem kita bukan bantuan-bantuan itu aja, lebih jauh dari itu kita mesti benahi mentalitas kita," tutur Gusmiyadi. (D10/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com