Pemerintah Diminta Segera Rumuskan Sistem Dan Strategi Pertahanan Baru Di Era Digital


264 view
Pemerintah Diminta Segera Rumuskan Sistem Dan Strategi Pertahanan Baru Di Era Digital
Foto: Istimewa
Anis Matta
Jakarta (harian SIB.Com)
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Anis Matta meminta pemerintah Indonesia segera merumuskan sistem dan strategi pertahanan baru di era digital, karena hal ini menyangkut keamanan nasional pasca pembobolan 279 data WNI di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Sekarang baru kebobolan data BPJS, kita belum kebayang kalau data militer, kepolisian dan yang lain semua bobol," kata Anis Matta dalam Gelora Talk 'Sistem Keamanan Nasional di Era Digital" di Gelora Media Centre, Jakarta, Sabtu (29/5/2021) petang.

Seperti dilaporkan jurnalis koran SIB Jamida P Habeahan, dalam diskusi yang juga dihadiri Menkominfo 2014-2019 Rudiantara, serta pakar intelijen dan keamanan Andi Wijayanto itu, Anis Matta menegaskan, dengan sistem pertahanan baru maka akan cepat diketahui kelemahannya dimana, apabila keamanan digitalnya berhasil dibobol.

Menurut Anis Matta, dalam sistem pertahanan dan keamanan nasional, Indonesia bisa mencontoh China dan Rusia yang paling jarang mengalami kebobolan, karena independen dalam teknologi.

"Mungkin karena kita tidak punya negara yang jadi musuh secara spesifik, kita jadi abai. Musuh kita di era digital, bukan negara, tapi korporasi kecil-kecil, yang kerjaannya memang ngehack atau mencuri data," ujar Anis Matta.

Mantan Menkominfo Rudiantara mengungkapkan, Indonesia memang kerap menjadi sasaran serangan siber. Bahkan, Indonesia menjadi negara ketiga yang paling banyak mendapat serangan siber.

"Sekarang ini Indonesia masuk nomor 3 negara, setelah Mongolia dan Nepal, negara yang jadi target attack. Sampai jam hari ini ( Sabtu malam) sudah ada 8 juta attack di dunia, Jadi setiap detik ada malware, bukan hacking, bukan phising," kata Rudiantara. (*)

Editor
: Robert
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com