Pemkab Asahan Bersama Forkopimda Ikuti Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-25 Secara Virtual


103 view
(Foto: SIB/Dok Diskominfo Asahan)
Peringatan: Pemkab Asahan bersama Forkopimda mengikuti rapat puncak peringatan Hari Otonomi Daerah ke-25 secara virtual yang dilaksanakan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (26/4). 
Kisaran (SIB) -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama unsur Forkopimda mengikuti rapat internal terbatas puncak peringatan Hari Otonomi Daerah ke-25 secara virtual yang dilaksanakan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (26/4). Rapat puncak peringatan Hari Otonomi Daerah secara virtual tersebut diawali dengan laporan dari Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik dan dilanjutkan dengan sambutan Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pengarahan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menjelaskan, bahwa pelaksanaan otonomi daerah mengacu kepada UU nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah. UU ini diperkuat dengan UU nomor 32 tahun 2004. Dalam UU ini diatur mengenai pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. Hal inilah yang menjadi esensi dari otonomi daerah. "Otonomi daerah adalah salah satu bentuk desentralisasi. Definisi otonomi daerah adalah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur daerahnya sendiri," ucap Tito.

Tito juga berharap kepada pemerintah daerah mampu melakukan inovasi-inovasi dan mengelola sumber daya di daerahnya untuk meningkatkan pendapatan di daerahnya hingga mampu mempercepat pembangunan. "Kedepannya, otonomi daerah ini perlu kita lanjutkan dan untuk itu setiap kepala daerah harus mandiri dan berinovasi. Semua kepala daerah tidak hanya memiliki kemampuan pemerintahan tapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan dan mampu berpikir secara bisnis untuk meningkatkan pendapatan yang melebihi belanja daerahnya. Ditambah lagi adanya pandemi Covid-19 yang menjadi masalah nasional, sehingga antara pemerintah pusat dan daerah harus saling bersinergi dan bekerjasama dalam menangani pandemi ini," tegas Tito.

Di akhir penyampaiannya, Tito menggelar Launching e-Perda, SIMUDAH (Sistem Informasi Mutasi Daerah), dan SILPPD(Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah).

Aplikasi e-Perda merupakan salah satu solusi yang dihadirkan untuk mengatasi obesitas regulasi. Sementara itu, untuk sistem mutasi ASN antar Pemda dipermudah Kemendagri dengan menghadirkan SIMUDAH. Sistem ini mempermudah ASN memantau proses pengajuan mutasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), BKN dan Kemendagri. Dengan begitu, ASN tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ekstra untuk pergi ke Jakarta mengecek SK Mutasi. Dan terakhir SILPPD yakni Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Ketiga aplikasi ini merupakan inovasi dan terobosan dari dirjen otonomi daerah, sehingga dengan adanya aplikasi ini mempermudah birokrasi menjadi lebih simpel dan efisien.

"Saya berharap acara ini tidak hanya sekedar acara seremonial virtual tapi juga mengandung makna yang sangat dalam, karena ini adalah bentuk perjalanan bangsa kedepannya," tutup Tito. Acara rapat internal puncak peringatan Hari Otonomi Daerah secara virtual tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah John Hardi Nasution, Forkopimda dan para Asisten. (E15/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com