Pemkab Asahan Ikuti Rakor Penegakan Disiplin Prokes Covid-19 Secara Virtual


132 view
Foto: Dok/Humas Kominfo Asahan
RAKOR: Sekda Jhon Hardi Nasution didampingi Kapolres Asahan AKBP Nogroho Dwi Karyanto SIK, mewakili Dandim 0208 AS, mewakili Kajari Kisaran beserta para Asisten saat mengikuti Rakor secara virtual, Senin (3/5).
Kisaran (SIB)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) dan penanganan Covid-19 secara virtual di Aula Melati Kantor Bupati, Senin (3/5). Rapat tersebut diwakili Sekda John Hardi Nasution MSi beserta unsur Forkopimda Asahan.

Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian dalam laporannya menegaskan bahwa penanganan Covid-19 jangan sampai kendor dan belajarlah dari kasus India. Berkaitan dengan kasus di India, awalnya terjadi karena adanya kegiatan keagamaan yang protokol kesehatannya tidak ketat sehingga terjadi ledakan Covid-19 di sana. Oleh karena itu, Presiden RI meminta khusus kepada jajarannya untuk berbicara terkait hal ini.

"Presiden menyampaikan agar kita lebih waspada. Karena akhir-akhir ini banyak sekali kegiatan-kegiatan masyarakat yang mulai memicu terjadinya kerumunan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini beberapa rekan Menteri dan Kepala BNPB bersepakat untuk memberi gambaran terkait penanganan Covid-19 dan kebijakan larangan mudik ini," tegasnya.

Tito mengingatkan, bahwa pandemi merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, diharapkan Pemda setempat mampu menangani kasus Covid-19 di daerahnya masing-masing. Tentunya unsur Forkopimda juga harus saling bersinergi dan mampu memberi arahan tegas terkait disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat di daerahnya.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Kepala BNPB Doni Monardo menjelaskan, bahwa trend kematian akibat Covid-19 dalam sebulan ini juga mulai naik di beberapa daerah. Meskipun angka kesembuhan secara nasional relatif meningkat, namun untuk kasus positif Covid-19 masih lebih tinggi daripada kasus sembuh. Hal ini disebabkan beberapa hal dan yang paling utama karena protokol kesehatan masyarakat yang mulai menurun.

"Di beberapa daerah telah terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19. Setelah di analisis, sebagian besar peningkatan kasus Covid-19 yang mengalami kenaikan cukup signifikan berada di wilayah Sumatera. Tentunya hal ini harus menjadi atensi bagi kita semua," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, agar pengurus tempat ibadah wajib menunjuk petugas khusus yang selalu mengingatkan para jamaah untuk melaksanakan protokol kesehatan saat beribadah. Pemda setempat, katanya, juga harus tegas untuk mencegah hal-hal yang menimbulkan kerumunan.

"Kami juga sudah membuat hal-hal yang berkaitan dengan peraturan menjelang Idul Fitri. Seperti Sholat Ied kapasistasnya hanya boleh diisi maksimum 50% orang didalamnya dari kapasitas normal mesjid. Hal itu juga harus dikoordinasikan dulu oleh Pemda setempat. Arak-arakan menjelang Idul Fitri seperti takbiran keliling juga harus ditiadakan. Zakat fitrah dapat dilakukan di masjid atau mushola tanpa perlu berdesak-desakan dan diadakannya alternatif agar para pembayar zakat tidak perlu datang langsung," tegasnya. (E14/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com