Pemkab Deliserdang Mulai Distribusikan 34.125 Vial Vaksin Pfizer


112 view
Pemkab Deliserdang Mulai Distribusikan 34.125 Vial Vaksin Pfizer
(Foto: SIB/Jekson Turnip)
TERIMA : Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang dr Ade Budi Krista (paling kiri) didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Cornelis Pinem dan lainnya menerima Vaksin Pfizer dari Provinsi Sumut untuk disalurkan ke Puskesmas di Lubukpakam, Selasa (12/10). 
Lubukpakam (SIB)
Setelah menerima 204.750 dosis (34.125 vial) atau 35 Thermal Shipper Vaksin Pfizer tahap pertama, Pemkab Deliserdang melalui Dinas Kesehatan langsung mulai mendistribusikan vaksin ke 34 Puskesmas dan 2 RSUD. Vaksin itu akan dipergunakan untuk masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19.

"Sudah sampai semalam sore Vaksin Pfizer dan sekarang sudah di farmasi kita yang akan disalurkan ke Puskesmas sesuai kuota jumlah masyarakat. Kita tertinggi di Sumut menerima jumlah Vaksin Pfizer terbanyak," kata Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang dr Ade Budi Krista kepada SIB di Lubukpakam, Rabu (13/10).

Dijelaskan, alokasi tahap I untuk Deliserdang 204.750 dosis (34.125 vial) atau 35 Thermal Shipper. Terbanyak kedua di Sumut yaitu Kabupaten Simalungun 105.300 dosis (17.550 vial) atau 18 Thermal Shipper dan terbanyak ketiga yaitu Kabupaten Serdang Bedagai 58.500 dosis (9.750 vial) atau 10 Thermal Shipper.

Dijelaskan, Vaksin Pfizer merupakan vaksin Covid-19 berbasis mRNA (messenger RNA) yang diproduksi perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, dengan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer.

Berbeda dengan Sinovac yang dikembangkan dari virus yang dilemahkan (inactivated viruses). Platform mRNA bekerja dengan mengajari sel tubuh cara membuat protein untuk memicu respons imun yang akan menghasilkan antibodi. Antibodi inilah yang akan melindungi tubuh dari infeksi virus SARS-CoV-2.

"Meski berbasis teknologi genetik, masyarakat tidak perlu khawatir, karena vaksin ini tidak akan mempengaruhi DNA manusia dengan cara apapun," terang dr Ade.

Untuk penyimpanan, tambah dr Ade, vaksin Pfizer memerlukan ultra-low temperatur, yakni minus 90 sampai minus 60 derajat celcius. Vaksin ini diberikan dengan cara injeksi sebanyak 2 dosis, dengan interval dosis 1 ke 2 adalah 21 hari.

"Jadi masyarakat tak perlu takut Vaksin Pfizer telah disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sudah mendapatkan WHO EUL (Emergency Use Listing) sejak Desember 2020. Di Indonesia, vaksin ini juga telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin ini sudah pula melewati proses quality control dari BioFarma dan BPOM, sebelum digunakan," tandas dr Ade Budi Krista. (C3/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com