Pemkab Pakpak Bharat Ditekankan Ciptakan Program Penuntasan Anak Stunting

* Wamen dan YSKI Serahkan Bantuan Makanan

287 view
Pemkab Pakpak Bharat Ditekankan Ciptakan Program Penuntasan Anak Stunting
(Foto: Dok/YSKI)
AKSI SOSIAL: Tim YSKI bersama Wamen Perdagangan RI Jerry Sambuaga dan Bupati Pakpak Bharat dalam acara aksi sosial Panitia Natal Nasional 2021 di Salak, Sabtu (18/12). 

Pakpak Bharat (SIB)

Bersama Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) menyerahkan bantuan makan tambahan bagi 500 anak dan ibu hamil di Salak, Pakpak Bharat, Sabtu (18/12). Kabupaten Pakpak Bharat menjadi daerah dengan angka kasus stunting yang tinggi.


Penyerahan bantuan dalam rangka Natal Nasional 2021 itu disaksikan Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor. Koordinator Kemanusiaan YSKI, drg Annita dan Pdm Indra Hutauruk dan tim turut menyerahkan paket makanan tambahan berupa susu, bubur bayi, bubur kacang hijau, vitamin untuk anak dan telur rebus.


Menurut data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat, ternyata ditemukan jumlah bayi pada usia 2 sampai 3 tahun mengalami stunting dan bahkan masuk dalam kategori gizi buruk 26,79 persen yaitu di Kecamatan Salak 209 dari 829 bayi, di Kecamatan Sukaramai 241 dari 813 bayi, Kecamatan PGGS 120 dari 409 bayi, Kecamatan Pagindar 31 dari 117, Kecamatan STTU Julu 95 dari 323, Kecamatan Tinada 136 dari 399 bayi, Kecamatan Siempat Rube 85 dari 534 bayi serta Kecamatan STTU Jehe 271 dari 1.011 bayi.


Adapun penyebab tingginya kasus stunting di Kabupaten yang baru mekar itu dikarenakan, masih tingginya kemiskinan masyarakat khususnya di desa-desa. Hal itu mengakibatkan sebagian bayi terlahir dengan gizi kurang. Bila diukur melalui ukuran panjang tubuh tidak sampai 48 senti meter dan berat badannya juga tidak sampai 2,5 Kg, juga ditambah dari bayi yang terlahir normal akan tetapi tumbuh dengan kekurangan asupan gizi, hingga dibesarkan juga kurang zat gizi sehingga menjadi stunting.


Dikatakan drg Annita dengan adanya pembagian paket makanan tambahan itu, bukanlah solusi dengan tingginya kasus stunting di daerah itu. "Bukan menyelesaikan angka stunting, namun kita mau mengajak warga untuk lebih peduli dengan pentingnya kecukupan asupan gizi bagi tumbuh kembangnya anak-anak," ujarnya.


Untuk itulah pada saat pembagian makan tambahan tersebut melalui bupati kepada warga agar senantiasa memperhatikan asupan gizi bagi keluarga. Hal itu juga ditekankan kepada Pemkab Pakpak Bharat agar lebih menciptakan program yang mendukung penuntasan angka stunting di masa mendatang. Mengingat persentasi angka stunting di Kabupaten Pakpak Bharat melebihi angka toleransi maksimal stunting yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).


Bupati Pakpak Barat, Franc Bernhard Tumanggor mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga bersama Tim YSKI yang menjadi semangat bagi pihaknya untuk kesuksesan program mengejar generasi emas tahun 2045. Pemkab Pakpak Bharat juga akan berupaya menciptakan program dalam upaya penuntasan angka stunting. (rel/A13/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com