Pemkab Pakpak Bharat Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Tahap I


334 view
Pemkab Pakpak Bharat Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Tahap I
Foto: SIB/Mahadin.Boangmanalu
RAPAT: Evaluasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap l di Balai Sada Arih, Kabupaten Pakpak Bharat, Kamis (18/2).

Pakpak Bharat (SIB)

Pemkab Pakpak Bharat evaluasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap I di Balai Sada Arih Kabupaten Pakpak Bharat, Kamis (18/2).

Rapat dipimpin penjabat Bupati Pakpak Bharat, Dr Kaiman Turnip MSi dan dihadiri sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah dan seluruh bidang percepatan penanganan Covid-19.

Bupati Pakpak Bharat memberikan masukan mengenai protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat. Dia juga mengimbau agar restaurant dan cafe maupun warung yang menjadi tempat berkumpulnya anak muda agar ditutup setelah pukul 22.00 WIB. Langkah ini dilakukan agar penyebaran virus Corona dapat dicegah, karena tidak ada gunanya bila hanya mengandalkan vaksin saja.

Kaiman Turnip juga berpesan, agar pasar, tempat ibadah maupun tempat umum lainnya dipasangi informasi-informasi yang menarik juga anti main-stream terkait situasi Covid-19 saat ini, sehingga masyarakat terinspirasi untuk selalu menggunakan masker.

“Saya minta tolong perbanyak spanduk di pasar-pasar dan tempat umum sebagai media sosialisasi agar selama belanja tidak perlu melepas masker, selama di tempat ibadah juga tidak perlu melepas masker. Tolong pihak Infokom membuat narasi yang bisa selalu dibaca oleh masyarakat,” ucap Kaiman Turnip.

Terkait dengan sanksi, para pelanggar protokol kesehatan akan diberi 3 tahap, pertama teguran lisan, kedua sanksi sosial seperti kegiatan kebersihan apabila tahap pertama diabaikan , lalu yang terakhir akan diberi sanksi berupa membayar denda karena sama sekali tidak mematuhi maupun mengabaikan imbauan yang telah disampaikan. Namun hal ini diberlakukan setelah diadakannya sosialisasi yang efektif bagi masyarakat.

Kepala Satpol PP Kastro Manik SSos memberikan tanggapan terkait WFH (Work From Home), bahwa masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat lebih banyak bekerja di sektor pertanian, sehingga untuk melaksanakan WFH sangat sulit dilaksanakan.

Ia juga menekankan, sesungguhnya di Kabupaten Pakpak Bharat masih banyak desa yang masuk dalam kategori zona hijau serta masyarakat Pakpak Bharat juga taat dalam penggunaan masker. Hal tersebutlah yang menjadi alasan untuk tidak melakukan WFH (Work From Home) di Kabupaten Pakpak Bharat.

Sebelum mengakhiri, Kaiman Turnip juga mengimbau kepada Sekda agar kedepan membentuk call center di posko gugus tugas yang lokasinya mudah terjangkau bagi masyarakat. (K08/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com