Kirim Jeruk ke Pulau Jawa Saat Harga Mahal

Pemkab Simalungun Harus Hadir di Tengah Petani Ketika Harga Jeruk Anjlok


198 view
Pemkab Simalungun Harus Hadir di Tengah Petani Ketika Harga Jeruk Anjlok
MI/Bagus Suryo
Petani jeruk di kabupaten Malang ceria lagi.  Ilustrasi

Simalungun (SIB)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mengirim jeruk ke Pulau Jawa baru-baru ini ketika harganya mahal. Jeruk yang dikirim berlabel "Jeruk Simalungun". Petani mengapresiasi hal tersebut.


"Kita sangat mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemkab. Pasalnya, jeruk yang dikirim berlabel "Simalungun". Kita bangga," kata Edwin Saragih, seorang petani jeruk di Saribudolok, Kamis (26/5).


Namun demikian, tuturnya, jangan hanya ketika harga jeruk mahal Pemda turun tangan. Diharapkan, ketika harga jeruk anjlok pun Pemda juga turun tangan membantu supaya tidak terjadi kerugian pada petani jeruk.


"Kalau pada saat harga mahal, semua bisa mengirim jeruk ke Pulau Jawa maupun ke daerah lain, karena banyak pembelinya. Tapi pada saat harga jeruk anjlok, petani kewalahan menjualnya. Pada saat itulah sangat diharapkan kehadiran Pemda," ujarnya.


Edwin mengatakan demikian, mengingat pada akhir tahun 2021. Dimana pada saat itu harga jeruk di Simalungun anjlok.


Pada masa itu, banyak petani jeruk mengeluh karena tidak ada pembeli meski buah jeruk sudah menguning di pokok.


"Bahkan pada saat itu, banyak petani menjual jeruknya di bawah harga Rp 4.000 per Kg karena buah jeruk sudah sangat matang di pokok. Tidak bisa ditahan lagi. Akhirnya banyak petani yang rugi," bebernya.


Karena itu sambungnya, jangan hanya pada saat harga jeruk mahal pemerintah mengirim jeruk, tapi saat harga anjlok pun Pemda tetap diharapkan campur tangannya untuk mengirim jeruk ke Pulau Jawa atau daerah lain. (D5/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com