Antisipasi Munculnya Paham Radikalisme dan Terorisme

Pemko Binjai dan Densus 88 Anti Teror Polri Gelar Rakor dengan Stakeholder


218 view
Pemko Binjai dan Densus 88 Anti Teror Polri Gelar Rakor dengan Stakeholder
(Foto: SIB/M Irsan)
PERNYATAAN SIKAP: Wali Kota Binjai Drs H Amir Hamzah membacakan "pernyataan sikap" untuk menolak paham radikalisme dan terorisme, yang diikuti oleh para stakeholder dan masyarakat yang hadir di Aula Pemko Binjai, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (14/10).

Binjai (SIB)

Dalam rangka mengantisipasi adanya paham radikal dan terorisme di tengah-tengah masyarakat khususnya di Kota Binjai, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bekerjasama dengan Densus 88 Anti Teror Polri menggelar rapat koordinasi dengan para stakeholder di Aula Pemko Binjai, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (14/10).


Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP, Direktorat pencegahan Densus 88 AT Polri Kompol Agus Isnaini MSi, beserta rombongan, Kasat Intel Kapolres Binjai AKP Ruswandi, perwakilan Kodim 0203/Langkat Pasinten Kapten Inf Eben Ezer Pakpahan, Fungsional Intel Kajari Kota Binjai Lidya Panjaitan SH, perwakilan Pengadilan Negeri Kota Binjai Mukhtar SH MH, perwakilan Kalapas Kota Binjai Kasbindikdat Menda, Sekda Kota Binjai H Irwansyah Nasution SSos, para Camat dan Lurah se-Kota Binjai, para perwakilan FKUB, serta para tokoh agama dan masyarakat Kota Binjai.


Dalam sambutannya, Wali Kota Binjai menyampaikan rapat Densus 88 ini membahas tentang upaya dalam rangka membangun sinergitas dalam upaya mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme dan terorisme guna mewujudkan situasi Kamtibmas kondusif di wilayah Kota Binjai.


"Dalam menjaga kamtibmas perlu adanya sinergitas di antara tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat untuk mempertahankan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta penuh toleransi di wilayah kita ini," ungkap Wali Kota Binjai.


Wali Kota menambahkan, keamanan dan ketertiban merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional.


Persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan situasi yang harus diciptakan demi terpeliharanya ketertiban masyarakat dalam kaitannya dengan ketahanan nasional.


"Dalam suasana daerah yang sedang membangun, maka situasi Kamtibmas yang mantap merupakan salah satu unsur yang harus tercipta demi berhasilnya pembangunan itu sendiri.Mari kita jaga selalu kerukunan dan toleransi antar umat beragama, jangan mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya atau hoax, jangan terpengaruh faham-faham radikal yang dapat merongrong ideologi Pancasila serta dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa," tegasnya.

Direktorat pencegahan Densus 88 AT Polri Kompol Agus Isnaini MSi mengatakan, radikalisme dan terorisme adalah sebuah kejahatan yang luar biasa dan butuh penanganan serius karena berasal dari pola pikir dan keyakinan.


"Salah satu upaya pencegahan berkembangnya paham radikalisme, intoleransi dan terorisme adalah dengan pendidikan yang benar dan pendekatan dengan menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan dan nilai nilai kebangsaan," jelasnya.


Lebih lanjut, Kompol Agus juga menjelaskan, berbagai macam cara yang dilakukan mereka untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme, tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak remaja.


"Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kajian agama, hubungan keluarga dan keakraban, perkawinan, organisasi atau komunitas, melalui buku dan tulisan, lembaga pendidikan, konflik sara dan media sosial," pungkasnya.


Pada kegiatan tersebut, Pemko Binjai bersama para stakeholder serta masyarakat yang hadir juga melakukan pernyataan sikap untuk menolak paham radikalisme dan terorisme yang langsung dipimpin dan dibacakan oleh Wali Kota Binjai H Amir Hamzah MAP. (MI/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com