Punya Nilai Historis dan Langka

Pemprov Sumut Gandeng BWS Revitalisasi 3 Pesanggrahan Bung Karno


176 view
Pemprov Sumut Gandeng BWS Revitalisasi 3 Pesanggrahan Bung Karno
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
RAPAT: Wagub Sumut Musa Rajekshah rapat bersama Beranda Warisan Sumatera (BWS) membahas tentang kajian Cagar Budaya Mess Pemprov Sumut Pesanggrahan Bung Karno di Ruang Kerja Wagub, Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (14/1). 
Medan (SIB)
Pemprov Sumut melalui Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah menggandeng Beranda Warisan Sumatra (BWS) merevitalisasi 3 peninggalan sejarah Pesanggrahan Bung Karno di Parapat, Berastagi dan Kotanopan.

Pelestarian warisan budaya itu dianggap penting sebagai penguatan kepribadian bangsa, jadi destinasi pariwisata dan sumber ilmu pengetahuan bagi para generasi penerus. Hal itu disampaikan Wagub Sumut Musa Rajekshah usai Rapat Kajian Cagar Budaya Mess Pemprov Sumut Pesanggrahan Bung Karno bersama BWS di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (14/1).

Hadir dalam pertemuan Kepala Biro Umum M Mahfullah Pratama Daulay, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Zumry Sulthony, Direktur Eksekutif BWS Sri Shindi Indira, Ketua Bidang Penelitian dan Kebijakan Publik BWS Isnen Fitri, Budayawan Mujib Hermani dan Vera Tobing.

"Pemprov Sumut mempunyai aset bangunan heritage yang bersejarah untuk bangsa ini, dimana Proklamator atau Presiden Indonesia pertama Soekarno pernah diasingkan dan berorasi di lokasi ini. Melihat hal itu perlulah kita meremajakan kembali karena sudah banyak yang rusak dan berubah karena diperbaiki dengan cara yang salah," ujar Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Kali ini, lanjut Ijeck, Pemprov merasa revitalisasi harus kembali dilaksanakan dengan baik dan menggandeng para tim ahli agar anggaran yang dikeluarkan untuk proyek itu tidak sia-sia dan bermanfaat hingga jangka panjang.

"Kami tidak mau renovasi biasa-biasa saja, maka kita gandeng yang memang ahlinya dari BWS juga dari Jakarta ada Pak Mujib dan Ibu Vera yang memetakan kembali daerah-daerah yang pernah didatangi Bung Karno. Saya mau anggaran yang dikeluarkan itu tepat guna sasaran tidak berulang-ulang ke tempat yang sama," ujarnya.

Ijeck menargetkan revitalisasi itu dapat diselesaikan di tahun 2023 dan berharap perbaikan dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan bahan yang menyerupai bahan asli, sehingga tidak semata-mata renovasi banyak enak dilihat tapi juga memiliki fungsi dan bertahan lama.

"Saya berharap tempat Pesanggrahan Bung Karno ini jadi tempat edukasi bagi generasi penerus bahwa bangsa ini merdeka tidak sendiri dan tidak mudah. Selain itu juga jadi destinasi pariwisata di Danau Toba, Berastagi dan di Madina," tutupnya.

Sementara Ketua Bidang Penelitian dan Kebijakan Publik BWS Isnen Fitri menyampaikan, bangunan Vila Pesanggrahan Bung Karno di Berastagi, Parapat dan Kotanopan memiliki nilai historis yang tinggi khususnya assosiative value karena Bapak Bangsa Soekarno pernah ditahan selama kurang lebih satu bulan di Berastagi dan 12 hari di Parapat.

"Sementara itu di Pesanggrahan Kotanopan Bung Karno pernah berpidato membangkitkan semangat kepada rakyat Indonesia yang saat itu terancam kemerdekaannya oleh Belanda. Ketiga bangunan tipikal seperti ini tidak banyak lagi yang masih berdiri di Sumut artinya bangunan vila ini memiliki nilai kelangkaan," ujarnya.

Isnen Fitri juga menjelaskan terkait kondisi bangunan di tiga tempat itu yang telah dilakukan pendokumentasian oleh tim BWS. Dari ketiganya, lanjut Isnen, sudah banyak perubahan baik itu di dinding, pintu, jendela, atap dan lainnya. "Konsep perawatan dan pengembangan sebelumnya tidak mengacu kepada pelestarian cagar budaya," ujarnya.

Pelestarian cagar budaya, kata Isnen, dasarnya adalah ekonomi warisan. "Inti dari ekonomi warisan adalah kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam. Budaya dan alam bukan dimanfaatkan tapi dikembangkan dan dilestarikan menjadi ruh dan sumber kehidupan bagi generasi kita," ujarnya.

Melihat kesiapan Pemprov Sumut, Budayawan Mujib optimis tiga lokasi Pesanggrahan Bung Karno itu akan menjadi ikon Sumut yang tidak dimiliki provinsi lain. (A13/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com