Pemungutan Suara Ulang 24 April, Pj Bupati Labusel Imbau PNS Netral


299 view
Foto Dok/Kominfo Labusel
PAKAIKAN : Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan memakaikan pakaian adat melayu kepada Pj Bupati Labusel, Alfi Syahriza sebagai ungkapan selamat datang dan selamat bertugas di Labuhanbatu Selatan, Senin (6/4).
Kotapinang (SIB)
Penjabat (Pj) Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Alfi Syahriza mengimbau PNS agar netral pada pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Labusel yang akan digelar 24 April nanti. PSU akan dilaksanakan sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan KPU melaksanakan PSU pada 16 TPS di Labusel.

Pj bupati juga meminta Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat membantu pemerintah dan penyelenggara Pemilu menyukseskan PSU di Labusel.

Hal tersebut disampaikan Alfi Syahriza dalam silaturahmi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan tokoh masyarakat yang dirangkai dengan rapat koordinasi pelaksanaan PSU, Selasa(6/4), di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Labusel, Sosopan Kotapinang.

Acara silaturahmi dihadiri Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, Kasdim Mayor Muji Santoso mewakili Dandim 0209/LB, Kajari Labusel diwakili Kasi Pidsus Riamor Bangun SH, Ketua PN Rantauprapat, Fauzi Isra SH , Ketua DPRD Labusel Edy Parapat, Wakil Ketua I DPRD H Zainal Harahap, Komisioner KPU Labusel, Iwan Dana SH, Ketua Bawaslu Labusel, Ahmad Hajibdin, Kepala BPS, Ir Ahmad Jainal, Kakan Kemenag, M Rosyadi Lubis, para kepala Oganisasi Perangkat Daerah (OPD), Kalapas Kotapinang, E Tampubolon serta pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Ketahanan Dini Masyarakat (FKDM) dan undangan lainnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK MH mewakili Fokompinda memakaikan pakaian adat Melayu kepada Pj Bupati dan istri, Ekinola, sebagai ungkapan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kapolres Deni menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak tegas bagi pelanggar aturan Pemilu yang mengakibatkan keributan dan kerusuhan dalam PSU.

Sedangkan Kajari yang diwakili Riamor Bangun, memastikan akan memproses secara hukum bagi yang melakukan politik uang atau pelaku kerusuhan.

Edy Parapat pada kesempatan itu, meminta penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu agar bekerja keras serta netral demi suksesnya PSU yang tinggal 18 hari lagi. (RM/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com