Penasehat DWP Tapsel : Merdeka Belajar Metode Dalami Minat Bakat Anak


154 view
Penasehat DWP Tapsel : Merdeka Belajar Metode Dalami Minat Bakat Anak
(Foto : Dok/Humas Pemkab Tapsel)
WEBINAR : Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DPW) Tapsel Ny Rosalina Dolly Pasaribu dan Ketua DPW Tapsel Ny Mardiani Parulian Nasution dengan anggota DPW Tapsel saat mengikuti webinar secara virtual bersama Mendikbudristek,  di Aula Beringin Kota Padangsidimpuan, Kamis (24/6/2021). 
Tapanuli Selatan (harianSlB.com)
Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Ny Rosalina Dolly Pasaribu mengatakan, program merdeka belajar merupakan salah satu konsep mendalami minat dan bakat masing-masing anak.
"Merdeka belajar pada anak, bukan berarti kebebasan untuk melakukan apa pun. Seperti bebas mau belajar atau tidak, bebas mau mengerjakan tugas atau tidak. Bukan itu sebenarnya esensi merdeka belajar," ujar Rosalina saat mengikuti webinar Merdeka Belajar dalam Peta Jalan Pendidikan bersama Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim secara virtual, di Aula Beringin, eks Kantor Bupati Tapsel, Jalan Kenanga Padangsidimpuan, Kamis (24/6/2021).

Dijelaskannya, merdeka belajar bisa dicontohkan apabila ada dua orang anak dalam satu keluarga, pasti memiliki minat dan bakat yang berbeda. Maka tolok ukur yang digunakan untuk menilai tidak mungkin bisa sama. Begitu juga perlakuannya akan berbeda. Oleh karena itu, sebagai orangtua tidak boleh memaksakan anak untuk mempelajari suatu hal yang tidak disukainya.

"Pada dasarnya setiap anak punya rasa ingin tahu, punya keinginan untuk belajar. Jadi tidak ada anak pemalas atau anak yang tidak bisa karena semua anak terlahir luar biasa. Cerdas, rasa ingin tahu yang tinggi, mau mencoba. Tugas kita adalah menggunakan metode belajar yang tepat yang akan membentuk karakternya dengan penuh kasih sayang," katanya.

Sementara Ketua DWP Kabupaten Tapsel, Ny Mardiani Parulian Nasution berharap kebijakan merdeka belajar dirancang berdasar keinginan untuk memprioritaskan kebutuhan anak sebagai pelajar. Selama ini masih banyak peserta didik kesulitan mempelajari dan mendalami minat atau bidang pelajaran yang ia sukai.

Untuk itu, konsep merdeka belajar menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat terutama orangtua. Pihaknya juga akan mendorong Pemkab Tapsel dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk dapat merancang metode pembelajaran berbasis project demi memacu peserta didik untuk berkreasi dan berinovasi.

Diharapkan Dinas Pendidikan menambahkan mata pelajaran pendidikan moral dan karakter anak di Muatan Lokal (Mulok). Kami juga meminta agar Pemkab Tapsel melalui Satpol PP untuk mengawasi anak-anak ketika bermain di warung internet pada jam belajar. Diharapkan juga agar Dinas Kominfo memblokir situs-situs tidak pantas yang dapat pengaruhi moral anak bangsa. (*)

Penulis
: Nimrot Siregar
Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com