Penerapan PPKM Buat Masyarakat Galau, HMI Minta Petugas Humanis


136 view
Penerapan PPKM Buat Masyarakat Galau, HMI Minta Petugas Humanis
(Foto Dok/Leo Bukit)
Logo HMI 
Medan (harianSIB.com)
Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Medan dan Sibolga, diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan mampu menekan akan penularan Covid-19. Namun penerapan tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan mengedepankan rasa humanisme mengingat dampak dari PPKM Darurat sangat meluas.

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut) Alwi Hasbi Silalahi mengatakan, pemerintah memiliki alasan yang kuat untuk menerapkan PPKM. Namun masyarakat juga memiliki alasan yang manusiawi ingin tetap beraktivitas, terlebih masyarakat kalangan menengah ke bawah yang merasakan dampak langsung dari pembatasan segala bentuk aktivitas.

"Di saat pemerintah bertindak, masyarakat juga galau. Karena menyangkut masalah isi perut. Dan tidak sesederhana yang kita bayangkan bahwa mereka cukup menerima bantuan. Karena memperbaiki kerusakan ekonomi yang terjadi berhari-hari butuh waktu berbulan-bulan. Jadi petugas yang mengambil tindakan dilapangan harus mengedepankan sisi humanis, serta langkah langkah yang terukur," kata Alwi kepada harianSIB.com, Jumat (16/7/2021).

Hasbi menuturkan saat ini dampak pembatasan kegiatan masyarakat bukan hanya persoalan hilangnya pendapatan satu hari, khususnya bagi mereka yang mengais rezeki dari upah harian atau penghasilan harian. Tetap. Keberlangsungan dan keberlanjutan sumber kehidupan yang menjadi korban utama dari pemberlakuan tersebut.

"Banyak hal yang terjadi, bagi sebagian pengusaha bisa saja tunduk pada aturan PPKM, karena ketercukupan biaya hidup. Namun bagi masyarakat kecil hal yang sangat sulit mengikuti ketentuan PPKM, apalagi mereka yang hidup dari penghasilan harian," jelasnya.

Secara umum pemberlakuan PPKM darurat memang harus diterima sebagai tindakan sulit di saat gawat. Namun secara khusus tindakan PPKM juga harus dinilai sebagai penghalang ruang gerak perekonomian warga.

Selain itu aparat negara juga dalam mengeluarkan pernyataan publik terkait PPKM tidak boleh menambah keresahan warga. Sebab tujuan PPKM untuk menekan akan penularan Covid-19 bukan untuk gagah-gagahan.

"HMI tegas mendukung penerapan PPKM di daerah yang penularannya tinggi dan tingkat BOR nya juga dengan persentase yang besar. Namun kita juga berharap petugas memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat. Membangun komunikasi dua arah dan bukan hanya mengalihkan arah kendaraan," ujarnya. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com