Penertiban PKL di Sogaeadu Terkesan Terburu buru, Begini Tanggapan Kasat Pol PP


232 view
Penertiban PKL di Sogaeadu Terkesan Terburu buru, Begini Tanggapan Kasat Pol PP
Foto:SIB/Normalius Gori
Kasatpol PP Kabupaten Nias, Nasochi Gulo,
Nias (harianSIB.com)

Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar (Pekan) Sogaeadu dan sekitarnya di Desa Tulumbaho, yang dilakukan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nias, pada Kamis, (14/10/2021) terkesan terburu-buru dan cenderung memaksakan para pedagang untuk pindah lokasi ke dalam Pasar Sogaeadu.

Beberapa orang pedagang yang tak minta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (16/10/2021) kepada Jurnalis Koran SIB Normalius Gori, menyesalkan tindakan satpol PP menyuruh para PKL pindah ke dalam Pasar Sogaeadu. Padahal jika diperhatikan pedagang yang berjualan dekat Pasar Sogaeadu dan sekitarnya menyewa teras rumah penduduk. Pedagang yang berjualan di di situ tidak mengganggu ketertiban umum.

Ketika dimintai tanggapan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Nias Nasochi Gulo menjelaskan penataan dan penertiban merupakan bagian dari tugas Satpol PP, agar tidak menggangu ketertiban umum. "Terkait penertiban PKL di Pekan Sogaeadu pada hari Kamis, kita bukan melakukan penertiban tetapi kita memberikan peringatan kepada para pedagang, agar tidak berjualan di pinggir jalan supaya jualan di dalam pekan saja agar tidak menimbulkan kemacetan karena sudah ada tempat," ujarnya.

Menurutnya, mereka tidak langsung memindahkan para pedagang, ada tahapan-tahapannya. "Selain memberikan surat peringatan pertama sampai surat peringatan ke tiga, kita adakan dulu rapat dengan Camat," jelasnya. Lebih lanjut Nasochi Gulo membantah pernyataan para pedagang yang menilai Satpol PP terkesan terburu-buru dan memaksa.(*)

Editor
: Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com