Penjual Bandrek Keliling Harapkan Bantuan Pemkab Labura


309 view
Penjual Bandrek Keliling Harapkan Bantuan Pemkab Labura
(Foto: SIB/Leo Turnip)
Nyono dan istrinya Suwakini saat difoto di depan rumahnya, Kamis (1/12). 

Aek Kanopan (SIB)

Sepasang suami istri bernama Nyono (58) dan Suwakini (48) warga Desa Pulo Dogom yang berprofesi sebagai penjual minuman bandrek keliling berharap bantuan dari pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).


"Saya dan istri berkerja jualan bandrek keliling tiap malam, kadang istri saya ikut kadang juga tidak bisa ikut karena sudah sakit-sakitan," ucap Nyono kepada SIB, Kamis (1/12) di rumahnya.


Namun karena terkendala dengan ekonomi, Nyono dan istrinya sudah empat hari tidak berjualan.


Pasalnya, Nyono tidak punya modal untuk membeli barang keperluan modal usaha bandrek miliknya karena mengutamakan membeli obat istrinya.


"Sudah ada empat hari saya tidak berjualan, modal untuk membeli bahan keperluan bandrek terpakai untuk membeli obat istri saya," lanjut Nyono.


Sementara istrinya, Suwakini juga berharap bantuan terhadap dirinya dan keluarganya. Ia menceritakan, sering mengalami sakit seperti tensi tinggi, pusing, kaki sakit dan sakit lambung sehingga sangat memerlukan biaya perobatan.


"Kondisi saya sakit sakitan, makanya jarang ikut bersama suami jualan. Bisa dibilang sudah komplikasi dan memerlukan obat," jelas Suwakini dengan sedih.


Nyono dan istrinya yang tinggal di rumah yang berdindingkan tepas berharap ada perhatian dari Pemkab Labura sebab sampai saat ini belum pernah menerima bantuan dari pemerintah selain waktu tahun 2021 yaitu bantuan dana Covid.


"Sampai saat ini saya tidak pernah menerima bantuan program pemerintah. Adapun itu saat dana Covid," pungkas Nyono.


Sekretaris Desa Pulo Dogom Hendra Cahyono mengakui bahwa Nyono dan istrinya merupakan warga Desa Pulo Dogom dan sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan pernah mendapat bantuan program dana Covid.


"Bapak Nyono sudah masuk DTKS dan menurut data kita hanya penerima bantuan dana Covid di bulan Mei-Juni 2021, selain itu tidak ada," jelas Hendra Cahyono. (EL/BR5/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com