Penutupan Jalan ke Lokasi PT MIK Diprotes Penetua dan Masyarakat


183 view
Penutupan Jalan ke Lokasi PT MIK  Diprotes Penetua dan Masyarakat
Foto: Dok/PT MIK
Aksi Damai: Puluhan warga Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran, melakukan aksi damai di lokasi penutupan jalan ke lokasi penambangan batu milik PT MIK, di Dusun Simeme Desa Sipultak
Tapanuli Utara (harianSIB.com)

Penetua bersama puluhan warga Desa Sipultak Kecamatan Pagaran, Tapanuli Utara, melakukan aksi damai di lokasi penutupan jalan di Dusun Simeme Desa Sipultak menuju lokasi penambangan batu milik PT Merlian Indah Karya (MIK), Senin (26/7/2021).

Warga yang melakukan aksi mengecam tindakan sekelompok warga yang menutup jalan ke lokasi PT MIK tersebut.

Dalam aksi itu sebagaimana dilaporkan jurnalis koran SIB Bongsu Batara Sitompul, warga membawa banner dari karton yang bertuliskan ”Kami dukung PT MIK buka, kami butuh kerja, masyarakat butuh makan".

" Tindakan menutup jalan ini tidak benar. Menutup akses jalan dusun secara sepihak. Sejak dulu jalan ini sudah digunakan warga desa lainnya," ujar penetua Desa Sipultak, Pitao Nababan (75), yang ikut dalam aksi tersebut.

Ia mengatakan, saat SD dulu dirinya kerap melintasi jalan tersebut untuk mengembalakan ternak ke perbukitan. Jalan ini bukan untuk jalan ke lokasi PT MIK saja. Tetapi jalan untuk ke kebun warga juga. Tetapi kenapa saat ini ada pihak tertentu yang menutup jalan ini.

"Penutupan jalan jelas tindakan yang salah. Kami berharap jalan yang ditutup ini supaya dibuka kembali, " ujarnya bersama warga yang ikut dalam aksi tersebut.

Warga dalam aksi itu juga mencabut kayu yang digunakan untuk menutup jalan ke lokasi PT MIK tersebut.

Kepala Desa Sipultak, Doras Saekim Nababan yang dikonfirmasi, membenarkan adanya aksi di lokasi tersebut yang juga dilakukan warganya.

Jalan ke lokasi PT MIK di Dusun Simeme Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran, ditutup oleh sekelompok warga Dusun Simeme Desa Sipultak, mulai Juni 2021 hingga sekarang, karena tidak setuju beroperasi PT MIK di lokasi tersebut.

Sekelompok warga di Dusun Simeme merasa keberatan dengan aktifitas PT MIK yang melakukan penambangan batu.

Legal Managing Partner PT MIK,Rudi Zainal Sihombing saat dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021), mengaku, dirinya baru mengetahui adanya aksi demo tandingan.

" Aksi demo itu murni spontanitas dari masyarakat dan penetua desa yang juga turut menggunakan akses jalan yang dirusak oleh sekelompok masyarakat. Sesuai informasi yang saya terima, tujuan mereka hanya ingin memperbaiki jalan yang dirusak sekelompok masyarakat tertentu" jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pada prinsipnya PT MIK sudah melengkapi seluruh izin sesuai perundang-undangan.

"Kita harap masyarakat supaya tetap kondusif, " katanya.

Ia menegaskan, status lahan untuk kegiatan usaha PT MIK adalah lahan hutan produksi terbatas.

"PT MIK sudah memiliki izin pinjam pakai sesuai Surat Keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal RI No SK.354/1/ KLHK / 2020 tanggal 6 November 2020, " terangnya. (*)

Editor
: Robert/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com