Perambahan Magrove di Pematang Sei Baru Harus Ditinjau Ulang


393 view
Perambahan Magrove di Pematang Sei Baru Harus Ditinjau Ulang
SIB/Regen Silaban
PERAMBAHAN MANGROVE: Sekitar puluhan hektare hutan mangrove di Desa Pematang Sei Baru Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan sudah dirambah oleh kelompok yang mengaku sebagai Koptan Mandala menggunakan alat berat jenis beko. Foto dipetik, Kamis (23/2).
Asahan (SIB) -Perambahan hutan mangrove bisa berdampak pada abrasi atau pengikisan pantai, serta berpengaruh terhadap kehidupan nelayan karena mangrove atau hutan bakau tempat berkembang biak habitat laut.

Hal ini dikatakan anggota Komisi B DPRD Asahan Hermansyah Siregar kepada SIB, Kamis (23/2), melalui telepon seluler menanggapi perambahan hutan mangrove yang dialihfungsikan menjadi pertanian di Desa Pematang Sei Baru Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan.

Untuk itu, lanjutnya, perambahan hutan mangrove tersebut harus ditinjau ulang, bahkan dibatalkan karena harus lebih mementingkan nasib nelayan kecil yang mencari ikan di pesisir pantai. "Pemerintah atau dinas terkait harus meninjau ulang perambahan hutan mangrove tersebut, jika perlu bisa dibatalkan," katanya mengingat mayoritas masyarakat setempat sebagai nelayan kecil mencari udang, kepiting, kerang dan ikan lainnya di pesisir pantai.

Hermansyah yang juga putra daerah setempat menegaskan, hutan mangrove seharusnya dilindungi karena sangat berfungsi menjaga erosi pantai daerah pesisir dan semestinya tidak dibenarkan dirambah meskipun diklaim Koptan Mandala sudah dalam kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). "Jika daerah pesisir, hutan mangrove tidak dibenarkan untuk dirambah, tetapi untuk dilindungi," katanya sesuai hasil kunjungan mereka belum lama ini ke Komisi IV DPR RI yang membidangi kehutanan.

Menanggapi adanya hutan mangrove yang sudah dialihfungsikan oleh oknum tertentu menjadi kebun kelapa sawit, Hermansyah mempertanyakan dasar hak yang dipakai oleh oknum tersebut, sehingga dapat mengalihfungsikan hutan tersebut. "Kita perlu pertanyakan apa dasar hak alih fungsinya dan surat apa yang dibuatnya," katanya.

Menurutnya, oknum tertentu dianggap tidak mengindahkan peraturan Kementerian Kehutanan, karena sudah merambah dan mengalihfungsikan hutan mangrove menjadi lahan perkebunan.

Sebelumnya, dalam menyikapi laporan masyarakat dan pemberitaan media, tim dari Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) bersama unit Tipiter Polres Asahan turun meninjau lokasi dan menghentikan sementara kegiatan perambahan sampai ada keputusan dari hasil analisa terkait.

Amatan SIB, sedikitnya puluhan hektare hutan mangrove sudah dirambah oleh warga yang mengaku Kelompok Tani Nelayan Mandala menggunakan alat berat jenis beko untuk menebang kayu bakau, karena diklaim dalam kawasan APL. Dan di sekitar daerah tersebut juga telah terjadi pengalihfungsian hutan mangrove menjadi kebun kelapa sawit yang berada dekat dengan bibir pantai Selat Malaka. (RS/D20/q)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com