Persi Sumut Surati RS Terkait Penambahan Ruang Isolasi Covid-19


342 view
Persi Sumut Surati RS Terkait Penambahan Ruang Isolasi Covid-19
Foto Dok/Leo Bukit
dr Azwan Hakmi Lubis SpA MKes
Medan (harianSIB.com)

Persatuan Rumah Sakit Indonesia Sumatera Utara (Persi Sumut) menyurati rumah sakit di Sumut agar mengindahkan instruksi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bahwa rumah sakit mengalokasikan 30 persen tempat tidurnya untuk pasien Covid-19 atau menambah ruang isolasi guna antisipasi penanganan peningkatan kasus.

Ketua Persi Sumut dr Azwan Hakmi Lubis SpA MKes mengaku usai disurati terdapat berbagai respon dari pihak rumah sakit, salah satunya adalah persoalan biaya dalam pengadaan ruang isolasi.

Karena ini, katanya, bicara fasilitas tidak lepas dari biaya. Namun pada dasarnya sebutnya rumah sakit siap untuk mengalokasikan 30 persen tempat tidurnya untuk pasien Covid-19.

"Kita berharap harus siaplah rumah sakit terutama rumah sakit daerah. Pengalaman yang pernah terjadi karena harus dikirim ke Medan, penanganan pasien Covid-19 menjadi terlambat, kalau ada ruang isolasi di daerah lebih membantu jadi tidak semua pasien Covid-19 dikirim ke Medan," kata Azwan kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).

Ia menegaskan tidak ada rumah sakit menolak instruksi dari gubernur tersebut. Namun biaya untuk mengadakan fasilitas ini menjadi alasan terbesar dan menjadi tanggungjawab kepala daerahnya masing-masing.

Di Medan situasinya sudah ada rumah sakit yang menaikkan jumlah ruang isolasinya. Misalnya sebelumnya hanya ada 30 ruangan, kini menjadi 50 ruangan.

"RS daerah itu lebih mudah mengadakan ruang isolasi atau mengalokasikan tempat tidurnya untuk pasien Covid-19. Terkait biaya merupakan tanggung jawab kepala daerahnya, sedangkan RS swasta itu tergantung ownernya," ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi ini, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Medan, Mardohar Tambunnan menyatakan sejauh ini di Medan sudah ada rumah sakit rujukan namun karena pasien corona meningkat sehingga wajar katanya rumah sakit lainnya membuka ruang isolasi.

"Selama inikan kita punya rumah sakit rujukan, situasi saat ini mengalami peningkatan jadi wajar gubernur khawatir. Dari 70 RS yang ada hanya 33 yang menjadi rujukan Covid-19. Sehingga saya kira wajar juga RS yang ada berkesinambungan dalam membuka ruang isolasi agar tertangani kasus corona saat ini," ungkapnya. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Robert/Eva R Pelawi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com