Menhan Prabowo Subianto

Pertahanan Negara Selalu Mengandung Bahaya, TNI Harus Selalu Siap Tempur


104 view
Foto: Antara
Prabowo Subianto
Badung (SIB) -Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berbicara mengenai kondisi pertahanan negara menyusul insiden hilang kontak KRI Nanggala-402. Prabowo mengatakan pertahanan negara selalu mengandung unsur bahaya.

"Jadi memang kejadian ini juga menggarisbawahi bahwa memang pertahanan negara adalah suatu pekerjaan upaya yang sangat rumit, yang memerlukan suatu teknologi yang sangat tinggi dan yang mengandung unsur bahaya," kata Prabowo dalam jumpa pers di Lanud Ngurah Rai di Bali, Kamis (22/4).

Prabowo mengatakan, masalah pertahanan negara selalu meliputi tiga hal. Permasalahan itu didapati di laut, udara, dan darat. "Satu adalah kegiatannya yang sangat rumit membutuhkan teknologi yang sangat tinggi, profesionalitas juga yang tinggi dari awak-awaknya, dan mengandung unsur bahaya yang sangat tinggi," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan TNI juga harus selalu dalam keadaan siap tempur. Bahkan, kata Prabowo, latihan yang dilakukan TNI pun selalu mengandung unsur bahaya. "Kemudian bahwa TNI untuk mengadakan melaksanakan dan fungsinya harus dalam keadaan siap tempur, setiap saat karena itu sangat dibutuhkan latihan, dan latihan pun mengandung masalah bahaya yang sangat tinggi," tutur Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo juga berbicara mengena alutsista yang relatif mahal. Menurut Prabowo, ada dilema antara mengutamakan pembangunan kesejahteraan dan menjaga kedaulatan negara.

"Bahwa alutsista di bidang pertahanan memang cukup mahal, bahkan bisa saya katakan sangat mahal, dan karena itu pimpinan negara selalu dihadapkan dan dilematis, harus mengutamakan pembangunan kesejahteraan, tapi menjaga kemampuan pertanahan supaya kedaulatan pertahanan kita tidak terganggu," imbuh dia.

Karena itu, sambung Prabowo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan untuk menyusun masterplan mengenai pertahanan negara.

"Beliau menghendaki betul, rencana induk 25 tahun yang memberi pada kita suatu totalitas kemampuan pertahanan ini sedang kita rampungkan. Kita sedang menyusun, kita sedang perbaiki, insyaallah 2-3 minggu ini kita akan bersama dengan Panglima TNI akan kita rampungkan dan kita sampaikan kepada Bapak Presiden," ujar Prabowo.

"Ini sedang kita rampungkan, kita sedang menyusun, kita sedang perbaiki. Insyaallah 2-3 minggu ini kita akan bersama dengan Panglima TNI akan kita rampungkan dan kita sampaikan kepada Bapak Presiden," imbuhnya.

Seperti diketahui, konferensi pers Prabowo di Lanud Ngurah Rai ini berkaitan dengan kepal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali saat latihan penembakan torpedo. Menhan Prabowo mengatakan pertahanan negara selalu mengandung unsur bahaya.

"Jadi memang kejadian ini juga menggarisbawahi bahwa memang pertahanan negara adalah suatu pekerjaan upaya yang sangat rumit, yang memerlukan suatu teknologi yang sangat tinggi dan yang mengandung unsur bahaya," ucap Prabowo dalam jumpa pers di Lanud Ngurah Rai di Bali, Kamis (22/4).

Prabowo Subianto juga mengatakan, akan melakukan modernisasi alutsista tiga matra TNI. Prabowo menegaskan bahwa alutsista perlu diremajakan. Pasalnya, saat ini kebutuhan alutsista ini mendesak.

"Kita perlu meremajakan alutsista kita. Banyak alutsista kita adalah memang karena keterpaksaan dan karena kita utamakan pembangunan kesejahteraan, banyak yang belum modernisasi. Tapi sekarang ini mendesak. Kita harus modernisasi alutsista kita lebih cepat lagi," ungkapnya. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com