Pertanyakan Hasil Tes PCR Covid-19 Dari Positif Diklarifikasi Jadi Negatif, Kartini Surati RS SH


248 view
Pertanyakan Hasil Tes PCR Covid-19 Dari Positif Diklarifikasi Jadi Negatif, Kartini Surati RS SH
(Dok: ELements Envanto)
Ilustrasi tes swab.
Medan (harianSIB.com)
Seorang warga bernama Kartini Simanjutak protes ke salah satu rumah sakit yang ada di kota Medan berinisial SH lantaran hasil tes PCR Covid-19 miliknya berubah-ubah. Akibatnya Kartini merasa dirugikan dan membatalkan keberangkat ke Jakarta via pesawat.

Jurnalis Koran SIB Rido Sitompul melaporkan, Kartini yang merupakan warga Jalan DR GM Panggabean mengatakan, awalnya dirinya hendak berangkat ke Jakarta. Lalu lantaran syarat seorang penumpang yang hendak pergi naik pesawat, harus menunjukkan hasil PCR Covid-19 maka Kartini bersama dengan ponakan juga didampingi suami dari Kartini pergi ke RS SH pada 16 Agustus 2021 sekira pukul 16.00 wib.

"Sesampai di RS tersebut, kami ditanyai sama petugas soal tujuan untuk PCR. Lalu kami jawab mau pergi ke Jakarta dan petugas tersebut menyarankan agar kami terlebih dahulu membeli tiket," jelas Kartini di Medan, Kamis (26/8/2021).

Lalu, keponakan Kartini yang turut ikut langsung memesan tiket dengan menggunakan aplikasi online yang ada di handphone miliknya di RS itu juga. Setelah tiket dipesan, lalu nomor antriannya dipanggil dan selanjutnya petugas mengambil sampel untuk pemeriksaan PCR Covid-19.

"Tiket yang kami pesan untuk keberangkatan hari Rabu 18 Agustus 2021 pukul 09.00 wib. Setelah selesai saya diambil sampel, lalu petugas mengatakan hasilnya akan keluar pada Selasa jam 11 malam ternyata keluar pada hari Rabu pagi sekira pukul 05.00 wib sementara jadwal penerbangan Kartini di pukul 09.00 wib," ceritanya.

"Pada hari Rabu 18 Agustus 2021 sekira pukul 05.00 wib, hasilnya keluar dan dikirim via chat aplikasi WhatsApp kepada keponakan saya. Hasil tersebut dinyatakan positif. Gara-gara hasilnya positif, akhirnya saya batalkan keberangkatan ke Jakarta yang sudah dijadwalnya berangkat di pukul 9 paginya. Dan pihak maskapai menyatakan akan ada pemotongan tiket. Saya stres akibat saya dinyatakan positif dan keponakan saya juga semakin panik berikut juga keluarga. Pekerjaan saya yang harusnya saya berangkat ke Jakarta, jadi terkendala," ucap Kartini kembali.

Namun, lanjutnya, di sore hari dihari yang sama, pihak rumah sakit mengklarifikasi hasil tes yang menyatakan positif sebelumnya menjadi negarif. Hal itu membuat dirinya merasa dirugikan akibat infomasi medis yang keliru tersebut.

"Atas itulah, saya bersama kuasa hukum saya dari kantor hukum Themis Simare-Mare telah melayangkan surat undangan klarifikasi ke pihak rumah sakit untuk meminta keterangan terkait hasil tes tersebut," terangnya.(*)

Penulis
: Rido Adeward Sitompul
Editor
: Robert/Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com