Petani di Labura Sempat Kesurupan Usai Temukan Patung Kuno


109 view
Petani di Labura Sempat Kesurupan Usai Temukan Patung Kuno
Foto: Dokumen Facebook Laburaku
Patung kuno ditemukan petani di Labura, Sumut
Labuhanbatu (SIB)
Darpin Ritonga sempat kesurupan usai menemukan patung kuno di Labuhanbatu Utara (Labura). Kepala Desa Meranti Omas, Baharuddin Sagala, mengatakan Darpin saat itu berlaku bak seekor harimau.

" Kejadiannya malam Minggu (Sabtu malam). Antara Magrib dengan Isya," kata Baharuddin , Senin (4/10).

Baharuddin mengatakan Darpin mengalami kerasukan roh halus sekitar 20-25 menit. Tingkahnya ketika itu persis seperti harimau yang sedang mencakar-cakar.

"Macam kemasukan harimau modelnya, karena tangannya pun menggaris-garis, mencakar-cakar," ungkapnya.

Baharuddin menyebut dirinya memang tidak secara langsung menyaksikan saat Darpin mengalami kesurupan. Namun banyak keterangan warga yang membenarkan hal tersebut.

Menurut Baharuddin, sebelumnya Darpin juga telah menyampaikan kepadanya tentang kekhawatiran adanya kekuatan gaib.
Itu menjadi salah satu alasan hingga kini patung tersebut belum dipindahkan dari ladang Darpin.

Rencana Pemindahan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Labura telah menginstruksikan aparat desa Meranti Omas untuk mengamankan patung tersebut. Rencananya pihak desa akan memindahkan patung tersebut.

"Ya baru tadi datang suratnya. Kami disuruh mengamankan patung, menunggu arkeolog yang akan didatangkan," kata Baharuddin.

Sejak ditemukan, Baharuddin mengatakan setiap hari ada sekitar 20-30 orang datang ke lokasi patung ditemukan.

"Ramai, artinya setiap hari itu ada saja yang datang. Entah dari mana-mana saja," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Darpin Ritonga yang berprofesi sebagai petani menemukan patung yang diduga merupakan patung kuno di lahan Darpin di Desa Meranti Omas, Kecamatan Na IX-X, Labura.

Sejarawan menduga patung itu merupakan arca bergaya Batak kuno.

"Arca ini bergaya Batak kuno, besar kemungkinan ini masuk jenis arca Pangulubalang yang dikenal dalam sistem kepercayaan tradisional di tanah Batak," ucap sejarawan Unimed Phil Ikhwan Azhari kepada wartawan, Senin (4/10).

Ikhwan mengatakan arca ini biasanya digunakan sebagai penjaga kampung. Warga, katanya, punya keyakinan arca ini dapat menangkal roh halus.

"Arca seperti ini berfungsi antara lain sebagai penjaga kampung dari gangguan roh atau gangguan makhluk halus lain. Jadi semacam penangkal kampung dan sering diletakkan di luar kampung," tuturnya.

Ikhwan mengatakan daerah ditemukannya patung ini merupakan jalur lintasan Pelanggan Sira atau lintasan warga dataran tinggi mencari garam ke pesisir arah pantai. Ikhwan menduga di jalur lintasan ini dibuat kampung Batak. (dtc/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com