Terkait Perusakan dan Dugaan Penganiayaan Sejumlah Pemuda di IGD RSU HKBP Balige

Plt Direktur: Serahkan Sepenuhnya ke Pihak Hukum


191 view
Plt Direktur: Serahkan Sepenuhnya ke Pihak Hukum
(Foto: SIB/Eduwart MT Sinaga)
Berikan keterangan: Plt Direktur RSU HKBP Balige dr Benni Sinaga SpB (tengah) didampingi Minarta Napitupulu dan Harry Siagian, memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (11/10) di RSU HKBP Balige Kabupaten Toba. 
Toba (SIB)
Plt Direktur Rumah Sakit Umum HKBP Balige Kabupaten Toba dr Benni Sinaga SpB mengatakan, insiden yang terjadi di instalasi gawat darurat (IGD) berupa perusakan dan dugaan penganiayaan terhadap sekuriti yang dilakukan sejumlah orang, sepenuhnya diserahkan kepada pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian.

"Berita yang di media sosial benar adanya," sebut Plt Benni Sinaga SpB didampingi Minarti Napitupulu dan Humas RSU HKBP Harri Siagian kepada wartawan di Balige, Senin (11/1) terkait aksi yang dilakukan sejumlah pria di IGD RSU HKBP Balige pada Sabtu malam.

Diterangkannya, sekira pukul 23.00 WIB tepatnya malam Minggu, ada seorang pemuda berumur sekira 30 tahun diantar warga karena ditemukan tergeletak di jalan.

Setibanya di IGD, oleh nakes kita langsung dilakukan pemeriksaan awal berupa tes resulitas dan stabilitas. "Langsung ditangani perawat dan dokter. Semua yang bertugas di IGD langsung melakukan tindakan," tegasnya.

Pada saat itu, kondisi pasien datang dalam keadaan tidak sadar. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan pemasangan infus, terdapat luka di bagian kepala sehingga dijahit untuk menghentikan pendarahan.

"Setelah pasien stabil kita rawat, seraya menunggu pihak keluarga, petugas menghubungi kepolisian," paparnya.
Sangat disayangkan, lanjutnya, sekira 30 menit kemudian, ada sekelompok pemuda yang datang ke IGD yang mengaku sebagai saudara pasien.

"Dokter kita sudah menjelaskan apa yang sudah dilakukan terhadap pasien. Akibat tindakan yang dilakukan sekelompok pemuda ini, fasilitas di IGD ada yang rusak dan juga tindakan penganiayaan terhadap petugas nakes, termasuk dokter mendapat perlakukan yang kurang baik. Ada pelemparan buku. Ada perusakan fasilitas. Nakes ada yang dikejar," paparnya.

Pada saat bersamaan, sekuriti mengamankan situasi dengan cara mencoba menenangkan situasi. Namun sekuriti mendapat penganiayaan dan sedang dirawat di rumah sakit.

“Akibat ulah sejumlah pemuda ini, nakes menjadi kalang kabut dan meninggalkan ruang IGD. Tanpa seijin rumah sakit sekelompok pemuda ini membawa pasien keluar dalam kondisi masih terpasang infus," terangnya.

Atas kejadian ini, kembali Plt Direktur RSU HKBP menegaskan, sepenuhnya menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak penegak hukum.

Bagi kami, rumah sakit adalah tempat pelayanan publik dan tentunya apa yang terjadi di.sini, kami serahkan kepada penegak hukum," tegasnya. (G1/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com