Plt Wali Kota Sebut Persoalan Umum di Gunungsitoli Adalah Jalan Rusak Hingga Kemiskinan Ekstrim


257 view
Plt Wali Kota Sebut Persoalan Umum di Gunungsitoli Adalah Jalan Rusak Hingga Kemiskinan Ekstrim
(Foto: SIB/Andi)
Baju Adat Nias: Plt Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli memakaikan baju adat Nias kepada Pj Gubsu Hassanudin dalam pembukaan pra Musrenbang di Auditorium STT Sunderman Gunungsitoli, Rabu (24/1).
Nias (SIB)
Salah satu keinginan masyarakat Kota Gunungsitoli adalah perlunya peningkatan pembangunan jalan provinsi. Dalam dua tahun terakhir masyarakat terus mengeluhkan karena ribuan anak sekolah setiap harinya melintasi ruas jalan provinsi yang rusak mulai dari Kota Gunungsitoli hingga ke arah Kabupaten Nias Utara (Nisut).
Banyaknya keluhan masyarakat itu disampaikan Plt Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli kepada Pj Gubernur Sumut Hassanudin dalam pembukaan Pra Musrenbang Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) untuk zona Kepulauan Nias yang dilaksanakan di Auditorium STT Sunderman, Rabu (24/1).
Menurut Sowa’a, secara umum permasalahan pembangunan di Kota Gunungsitoli adalah rendahnya produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita dan pengeluaran per kapita per tahun, tingginya jumlah penduduk miskin dan kemiskinan ekstrim, serta rendahnya laju pertumbuhan ekonomi.
Dia berharap kedatangan Hassanudin ke Kepulauan Nias akan memberi dampak positif dalam upaya peningkatan percepatan pembangunan, penurunan stunting dan kemiskinan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Pj Gubernur menyampaikan sejumlah poin penting dalam pembangunan di Kepulauan Nias tahun mendatang yakni indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dasar dan tata kelola pemerintahan.
“Sebagian produksi perikanan tangkap Sumut berasal dari Kepulauan Nias. Pulau Nias punya sektor pariwisata yang mendunia, ini harus terus kita pacu untuk kesejahteraan masyarakat. Hilangkan ego sektoral agar tercipta sinkronisasi dan integrasi antar daerah,” ujar Hassanudin.
Pj Gubernur Sumut kemudian menyerahkan bantuan peralatan pertanian, kemudian bibit cabai dan pupuk organik untuk para petani setempat. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com