Polda Sumut Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Labura, Pelaku Tetangga Sendiri


223 view
Polda Sumut Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Labura, Pelaku Tetangga Sendiri
Foto: harianSIB.com/Aperilman Rambe
PRESS RELEASE: Direktur Reskrimum, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi memimpin pres release pembunuhan sadis di Labura, di Mapolda Sumut, Senin (18/10/2021).
Medan (harianSIB.com)

Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dalam tempo 24 jam berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis, di Labuhanbatu Utara (Labura).

Dalam pengungkapan itu, Tim Jatanras mengamankan seorang pelaku berinisial AN (30), karyawan swasta dari rumahnya.

"Tersangka ditangkap karena memerkosa dan membunuh ibu rumah tangga (IRT) berinisial S, di Perumahan PT HSJ, Desa Sidomulyo, Kabupaten Labuhanbatu," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (18/10/2021).

Dijelaskannya, kasus pembunuhan itu terjadi pada Kamis (14/10/2021) lalu. Pelaku awalnya masuk ke rumah untuk mencuri barang berharga milik korban.

"Saat berada dalam rumah, pelaku melihat korban dalam kondisi tidak memakai celana dalam langsung melakukan tindak perkosaan," jelasnya.

Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, Tatan mengungkapkan pelaku pun meminta sejumlah uang dan meminta perhiasan kepada korban. Karena permintaan itu tidak dituruti, pelaku langsung membunuh korban dengan parang yang telah disiapkan.

"Usai membunuh, pelaku membawa kabur uang dan perhiasan korban. Pelaku membunuh korban agar tidak diketahui warga lainnya karena bertetangga dengan korban," ungkapnya.

Tatan mengungkapkan, Tim Buser Labuhanbatu dibantu Jatanras Polda Sumut bergerak cepat menyelidiki laporan adanya penemuan mayat di dalam rumah bersimbah darah

"Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan informasi yang dikumpulkan, tim berhasil mengidentifikasi pelaku dan dalam tempo 24 jam dapat menangkap pelaku di Desa Sidomulyo. Saat ditangkap pelaku sempat melakukan perlawan dan hendak melarikan diri, sehingga kita berikan tindakan tegas untuk melumpuhkan," kata Tatan.

Sementara itu, pelaku mengakui nekat melakukan pembunuhan karena butuh uang untuk membayar utang.

"Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup," pungkas Tatan. (*)

Penulis
: Aperilman Rambe
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com