Polda Sumut Terus Sosialisasikan Penerapan PPKM Level 3 Nataru, Ini Aturannya


281 view
Polda Sumut Terus Sosialisasikan Penerapan PPKM Level 3 Nataru, Ini Aturannya
(Foto: Dok/Polda Sumut)
SOSIALISASI: Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat melakukan sosialisasi PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, di Pelabuhan Ajibata, Parapat, beberapa waktu lalu. 

Medan (harianSIB.com)

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) terus menyosialiasasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 yang akan diterapkan pemerintah.

Penerapan PPKM Level 3 Nataru berdasarkan kebijakan yang dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021.

Adapun aturan PPKM level 3 saat libur Nataru yang dimulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2021, yakni dilarang melakukan pesta kembang api, pawai, arak-arakan yang mengumpulkan kerumunan besar, dilarang pulang kampung dengan tujuan tidak priemer, dilarang berpergian selama Nataru.

Selanjutnya, menutup fasilitas umum seperti alun-alun dan lapangan terbuka, pemerintah memperketat aturan perjalanan naik transportasi umum, minimal vaksin Covid-19 tahap pertama, dilarang mengambil cuti dan memanfaatkan libur nasional saat Nataru selama PPKM level 3 bagi ASN, Polri, TNI dan karyawan swasta.

Kemudian, selama PPKM Level 3, kegiatan di tempat ibadah maksimal kapasitas 50 persen, pembatasan jumlah pengunjung bioskop hingga 50 persen, pembatasan jumlah pengunjung di tempat makan, minum, kafe dan restoran dengan kapasitas maksimal 50 persen, pembatasan jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan maksimal 50 persen sampai pukul 21.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah siap melaksanakan penerapan PPKM Level 3 saat liburan Nataru di Sumut. "Kita siap melaksanakan penerepan PPKM Level 3," katanya, Senin (29/11/2021).

Pada level 3 Nataru ini, ia mengatakan tidak ada pos penyekatan tapi pos pengamanan (Pospam). "Yang ada Pos pengamanan, bukan pos penyekatan. Di pos itu tetap memberlakukan mekanisme aturan saat Nataru. Seperti cek tubuh, swab antigen dan rapid itu pasti ada," ujarnya.

Hadi mengaku, pada penerapan PPKM Level 3 Nataru tersebut, pihaknya lebih melakukan pengetatan terhadap aturan yang berlaku. "Tidak ada penyekatan, yang ada itu pengetatatan," ujar dia.

Hadi menambahkan, sasaran pengetatan lokasi hiburan, wisata, perbelanjaan, restoran dan angkutan umum. "Jam operasional, kapasitas pengunjung harus 50 persen. Begitu juga dengan kapasitas penumpang kendaraan mobil dan angkutan umum lainnya," ucap dia.

Dia juga mengimbau kepada pemilik atau pengusaha bus untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. "Seperti, tempat duduknya tiga harus dikosongkan satu," pungkasnya. (*)

Penulis
: Aperilman Rambe
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com