Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Video Dugaan Suap Fee Proyek di Dinas Pertanian dan Dinas Perkim Humbahas


158 view
(Foto: Dok/Lamro Meha)
BERI KETERANGAN: Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP JH Tarigan didampingi Kanit Tipikor Bripka Minggo Siahaan dan tim dari APIP Pemkab Humbahas memberikan keterangan kepada wartawan terkait tindak lanjut proses penyelidikan kasus dugaan suap fee proyek di Dinas Pertanian dan Dinas Perkim Humbahas, Rabu (28/4). 
Humbahas (SIB) -Kepolisian Resort Humbang Hasundutan (Humbahas) melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) menghentikan penyelidikan kasus video dugaan suap fee proyek di Dinas Pertanian dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Humbahas yang viral di media sosial akhir tahun lalu.

Hal itu disampaikan Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicolas melalui Kasat Reskrim AKP JH Tarigan kepada wartawan di ruang Kanit Tipikor, Rabu (28/4).

"Berdasarkan penyelidikan dan klarifikasi terhadap orang yang berhubungan dengan vidio viral itu, untuk sementara kami tidak ada menemukan pelanggaran pidana, sehingga kasusnya kami hentikan," kata AKP JH Tarigan yang saat itu didampingi Kanit Tipikor Bripka Minggo Siahaan.

Penghentian penyelidikan kasus itu, lanjut Tarigan, dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara di Polda Sumut, dan disimpulkan tidak menemukan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus yang sempat viral di media sosial itu.

"Ditarik dari kesimpulan gelar perkara, dan berdasarkan fakta-fakta hukum tidak menemukan adanya peristiwa tindak pidana korupsi, maka kami selaku penyidik menghentikan penyelidikan," terangnya.

Lebih lanjut Tarigan menjelaskan, setelah gelar perkara itu selesai, maka pihak penyidik akan segera melimpahkan perkara itu kepada Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Humbahas untuk dilakukan pendalaman atau tindakan selanjutnya.

Terpisah, mewakili Tim APIP dari Inspektorat Pemkab Humbahas Lodewik Pakpakan, Ganda Napitupulu dan Anggiat Panggabean mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan hasil klarifikasi penyelidikan kasus video dugaan suap pemberian fee proyek di dua dinas itu ke Bupati Humbahas.

"Sebelumnya tim sudah melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap Kadis Pertanian dan Kadis Perkim Humbahas, serta pihak yang berkaitan dengan video viral tersebut. Dan hasilnya sudah kami sampaikan kepada bupati selaku pembina ASN," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah konten video transaksi penyerahan sejumlah uang biaya mengatur proyek (fee proyek) dari oknum dua rekanan penyedia jasa kepada seseorang mirip Kepala Dinas Pertanian Humbang Hasundutan berinisial JM beredar dan viral di media sosial.

Video yang berdurasi 9 menit 11 detik itu sontak menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Humbahas. Banyak yang menyayangkan beredarnya video dugaan suap proyek yang dilakukan pejabat eselon II Humbahas tersebut.

Dalam video itu terlihat sejumlah pecahan uang kertas seratus ribu rupiah sebesar Rp50 juta diberikan seorang penyedia barang dan jasa kepada seorang mirip Kadis Pertanian Humbahas di ruang kerjanya.

Dalam pembicaraan terdengar aksi tawar-menawar besaran fee proyek paket pekerjaan yang ditenderkan. Tawaran pertama dari angka 10 persen hingga disepakati menjadi 14 persen.

Berselang beberapa hari berikutnya, konten video transaksi penyerahan sejumlah uang untuk biaya mengatur proyek (fee proyek) dari oknum dua rekanan penyedia jasa yang sama kepada seseorang mirip Kepala Dinas Perkim berinisial RS sebesar Rp 40 juta. Video itu juga viral di media sosial dan menjadi konsumsi publik.

Kedua video viral ini akhirnya dilaporkan salah satu LSM di Humbahas ke Polda Sumut dan Kejati Sumut. Dan hasilnya, polisi menyimpulkan kedua kasus itu tidak memenuhi unsur tindak pidana korupsi dan menghentikan proses penyelidikannya. (BR7/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com