Polri Diminta Bentuk Tim Telusuri Rp. 120 T Dana Transaksi Narkoba


95 view
Polri Diminta Bentuk Tim Telusuri Rp. 120 T Dana Transaksi Narkoba
via: istimewa
Ilustrasi uang.
Jakarta (harianSIB.com)

Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK), Gardi Gazarin, SH mendorong Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membentuk tim independen untuk menelusuri rekening Rp120 triliun yang ditengarai hasil transaksi narkoba dalam kurun waktu 2016 hingga 2020.

Tim independen khusus ini sangat penting guna membuka tabir secara terang benderang aliran dana haram yang lebih besar dibanding anggaran Kepolisian RI (Polri) ini. Hal ini penting untuk mengetahui siapa sebenarnya bandar narkoba kelas kakap di Indonesia.

"Tim independen khusus ini sangat penting karena nilainya yang fantastis, bahkan di atas anggaran Polri tahun ini. Ini harus menjadi perhatian serius dan kesempatan bagi Kapolri membuktikan program Presisi yang, prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan," kata Gardi Gazarin di Jakarta, Kamis (14/10/2021), seperti dilaporkan jurnalis koran SIB Josmar Naibaho.

Gardi Gazarin yang juga mantan Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014 - 2016, mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo yang menjabat Kabareskrim sebelum menjadi Kapolri perlu membuktikan temuan PPATK itu.

"Ini menjadi pertanyaan besar masyarakat Indonesia. Apakah selama ini Polri tidak tahu, atau keteledoran Polri, atau bahkan adanya kesengajaan aparat ceroboh bahkan kemasukan angin dalam menangani kasus-kasus jaringan narkoba?" sebut wartawan senior ini.

Lebih lanjut dikatakannya, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi Polri maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Otoritas penyidik Polri dan BNN pun bisa berlomba-lomba siapa lebih cepat bongkar sampai ke akarnya skandal transaksi narkoba bernilai ratusan triliun rupiah kategori terbesar di Indonesia saat ini.

Karena itu, ICK meminta Kapolri serius segera membentuk tim independen khusus untuk mengungkap aliran dana jaringan narkoba dengan transparan. Termasuk Kepala BNN Komjen Pol Petrus Golose jangan ketinggalan terus maksimalkan pengungkapan kejahatan narkoba kaliber besar dari hulu ke hilir.

"Siapapun yang terlibat dalam aliran dana ini harus diungkap terang benderang kepada masyarakat. Jangan sampai kasus ini dipetieskan. Mengingat Bareskrim Polri yang awal menerima kepercayaan pengumuman skandal dana Rp120 triliun dari PPATK. Kalau tidak, maka moto Presisi Polri tidak mengubah masa depan dan rakyat semakin frustasi berharap banyak pada Polri. Apalagi korban penyalahgunaan narkoba di tanah air tambah mengerikan terus berjatuhan jutaan orang. Mayoritas penghuni Lapas, prihatin napi narkoba," ucap Gardi Gazarin.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno H Siregar, menyampaikan temuan PPATK tersebut telah diserahkan ke penyidik lain di luar Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

"Terkait adanya rekening Rp120 triliun yang dicurigai sebagai hasil transaksi narkoba sudah diserahkan PPATK ke penyidik lain, bukan ke penyidik Ditipidnarkoba Bareskrim Polri. Manakala diserahkan ke kami maka siap untuk ditindaklanjuti," tutur Krisno dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).

Selain itu, Krisno melanjutkan, pihaknya juga membahas kerjasama dalam pengusutan kasus temuan dua pabrik obat keras ilegal yang ada di Yogyakarta.

"Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan bekerjasama dengan PPATK untuk penyidikan TTPU pada TPA produksi atau peredaran gelap obat-obatan keras ilegal di dua TKP di wilayah DIY," jelas dia.

Krisno berharap Polri dan PPATK dapat terus meningkatkan sinergitas dalam memberantas peredaran narkoba dan tindak pidana pencucian uang yang menyertai berbagai perkara bisnis terlarang tersebut.

"Ditipidnarkoba Bareskrim Polri dan PPATK bersepakat meningkatkan kerjasama dalam pengungkapan kasus ini,"ujarnya. (*)

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com