Pengamat Sosial Yostinus Hulu

Presiden Sudah Beri Sinyal Bangun Nias, Namun Belum Direspon dengan Serius


495 view
Presiden Sudah Beri Sinyal Bangun Nias, Namun Belum Direspon dengan Serius
(Foto: Istimewa)
Yostinus Hulu, SE.

Nias (SIB)

Yostinus Hulu, pengamat sosial di Pulau Nias mengatakan, gerak pembangunan secara menyeluruh di Kepulauan Nias dinilai belum memuaskan, padahal Presiden Jokowi sudah pernah memberi sinyal untuk mengeksplorasi sektor pariwisata dan kelautan agar menghasilkan multiplier effect yang akan menciptakan peluang peluang baru di berbagai sektor.


"Saat Jokowi datang ke Nias 3 tahun silam, dia berkata di hadapan para kepala daerah, bahwa, bidang kelautan dan pariwisata harus dikembangkan sebab merupakan sektor andalan yang diyakini dapat memberi efek," jelas pria yang pernah menjadi Analis di salah satu bank BUMN, saat bincang-bincang dengan SIB, Sabtu (5/2).


Perintah presiden dikatakan cukup jelas dan harusnya dieksekusi dengan baik, namun dikatakan, hingga saat ini hampir tidak ada 5 daerah yang melaksanakannya dengan serius.


Arahan presiden itu seyogianya dibicarakan di meja forum kepala daerah (Forkada), dan masing masing daerah, Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat menindaklanjuti melalui penyusunan program dan action pembangunan.


Namun, walaupun belum terlaksana, Forkada bisa memulai lagi dari awal. Melakukan komunikasi dengan pusat dibantu politisi politisi nasional asal Nias, hingga anggaran porsi layak untuk Pulau Nias digelontorkan.


“Kita perlu contoh bapak Menko Marves, Luhut Panjaitan. Saya dengar beliau sering meminta sumbangan saran dari para pemikir, lalu ide ide dibawa ke pusat dan akhirnya dieksekusi dibarengi dana fantastis sehingga pemda-pemda kawasan Danau Toba selalu diguyur pembangunan pembangunan besar," jelasnya.


Dia pun meminta 5 kepala daerah mulai berbenah, menyampaikan usulan pembangunan, tentu sekali menggandeng para tokoh asal Nias seperti Yasonna H Laoli, Anggota DPR RI Marinus Gea dan lainnya. "Kita ingin para tokoh ini menghadirkan kegiatan yang lebih mengena kepada rakyat," harapnya.


Yostinus mengatakan, Pulau Nias secara umum masih tertinggal jauh dengan daerah lain. Diperlukan pembangunan sarana transportasi yang baik agar lebih mudah menjangkau Pulau Nias. Pembangunan jalan-jalan lingkar, kemudian eksplorasi pariwisata dan kelautan. Hal ini diharapkan menciptakan geliat ekonomi baru yang akan dapat menyiasati pengangguran dan menata kesejahteraan warga.


"Jadi membangun pulau Nias harus diawali meyakinkan kembali pemerintah pusat, fokus pada program, penguasaan berbagai management, khususnya keuangan, lalu komunikasi politik yang baik," katanya. (A19/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com