Proyek APBN Tano Ponggol Bernilai Rp 175 Miliar Ancam Keselamatan Pengendara


12.514 view
Proyek APBN Tano Ponggol Bernilai Rp 175 Miliar Ancam Keselamatan Pengendara
(Foto: harianSIB.com/Eben Ezer Pakpahan)
ANCAM NYAWA: Latticed boom (tiang besi panjang seperti tangga)  alat berat crawler crane yang sedang bekerja di proyek APBN Tano Ponggol, Samosir, terlihat berada tepat di atas badan jalan nasional mengancam nyawa pengendara. Foto diambil, Kamis (21/4/2022). 

Samosir (harianSIB.com)

Proyek APBN penggantian jembatan Aek Tano Ponggol yang menggunakan dana bernilai Rp175 miliar dan masih dalam tahap proses pengerjaan, diduga tidak menghiraukan standar operasi prosedur (SOP) keselamatan kerja yang mengancam nyawa pengguna jalan.


Pantauan harianSIB.com, Kamis (21/4/2022), di lapangan, proyek APBN yang pengerjaannya terhitung mulai Maret 2020 lalu, pengerjaan fisik terlihat belum rampung 50% (kondisi fisik bangunan) sampai saat ini. Terlihat alat berat crawler crane bus yang sedang bekerja dikendalikan operator mesin menempatkan posisi latticed boom (tiang besi panjang seperti tangga) yang merupakan bass arm (lengan) crane mengaitkan sling derek alat berat, berada tepat di atas badan jalan nasional yang kapan saja bisa terjatuh mengakibatkan kecelakaan fatal bagi para pengguna jalan yang melintas.


Pantauan di sekitar lokasi pekerjaan, juga terlihat tanda/rambu peringatan adanya pengerjaan menggunakan alat berat yang harusnya jelas terpampang untuk diketahui para pengguna jalan, hanya memiliki 1 tanda saja berukuran sekitar 50x50 cm yang diletakkan di badan jalan nasional. Kondisi ini membuat tanda tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan ukuran luas lokasi pekerjaan yang membuat tanda/rambu hampir tidak terbaca oleh pengendara yang melintas.


Seorang pengendara sepeda motor asal Dairi, Dermawan Tarihoran (43), saat hendak kembali menuju daerahnya dari Pangururan, Samosir, mengatakan dirinya merasa terganggu dengan pekerjaan proyek APBN tersebut. Pasalnya, saat dirinya melintas melewati alat berat yang berada tepat di atas badan jalan merasa takut harus mengangkat kepala melihat ke arah batang-batang besi berukuran besar yang tepat berada di atas dirinya sambil mengendarai motor dengan cepat.


"Takut bang, bahaya kali kalau jatuh pas di atas kepala. Jadi gak melihat jalan," ujar Dermawan.


Mengetahui kondisi tidak dihiraukannya SOP keselamatan kerja itu, mantan Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga berpesan kepada pihak kontraktor untuk tidak bermain-main dan lebih berhati-hati dalam pengerjaan.


"Itu warning, tidak unsafe! Lebih hati-hatilah yang bekerja. Agar lalu lintas bisa lancar tidak ada insiden apapun kepada masyarakat. Tanda lokasi berbahaya juga harus ada di kedua sisi jalan, itu SOP-nya jelas," sebut Juang Sinaga.


Juang Sinaga juga berharap, tahapan pekerjaan proyek jembatan alur Tano Ponggol yang sudah memasuki tahun ketiga itu, dikerjakan lebih cepat sesuai jadwal yang sudah ada.


"Beritahukan kepada masyarakat bila ada terjadi keterlambatan dalam proses pekerjaan. Itu uang rakyat, agar masyarakat bisa menikmati pembangunan tersebut, jangan didiam-diamkan. Bila perlu pemerintah saat ini jemput bola, agar pembangunan jembatan Tano Ponggol tuntas," pungkas Juang Sinaga. (*)

Penulis
: E R Eben Ezer Pakpahan
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com