Puluhan Kerbau Milik Warga di Simalungun Dianiaya OTK

* Warga akan Tempuh Jalur Hukum

322 view
Puluhan Kerbau Milik Warga di Simalungun Dianiaya OTK
Foto SIB/Ekoinra Siahaan
DIANIAYA : Warga Nagori Bahtobu Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun saat memperlihatkan beberapa ekor kerbau tersisa setelah kejadian penganiayaan yang dilakukan orang tak dikenal, Jumat (5/1). 

Simalungun (SIB)

Puluhan kerbau milik warga dan kelompok ternak di Nagori Bahtobu Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun dianiaya orang tak dikenal (OTK). Penganiayaan dilakukan menggunakan benda tajam dan soda api, hingga mengakibatkan puluhan kerbau mengalami kematian secara bertahap. Pemilik ternak, Rajohi Saragih saat diwawancarai di lokasi mengatakan bahwa, kejadian penganiayaan terhadap puluhan kerbau kerap dilakukan tengah malam. Dia menduga, penganiayaan kerbau milik warga dilakukan oleh pekerja perkebunan yang ada di lokasi tersebut.

"Kami tidak bisa memantau. Begitu pagi dicek, ada yang kurang dan setelah dicari di sekeliling, ternyata (kerbaunya) sudah tergeletak tak berdaya. Karena tempat ngangon itu kan dikelilingi perkebunan, mungkin mereka tidak senang kalau ada ternak masuk," kata Rajohi Saragih.

Para peternak juga mengaku, selain menjadi pedagang dan bertani, beternak kerbau menjadi salah satu mata pencaharian warga. "Jadi, ternak ini sangat berharga dan penting bagi kami. Beternak ini ibarat tabungan untuk keperluan sekolah anak dikemudian hari. Sebagai warga kecil, kami juga ingin merasakan kesejahteraan, terlebih hewan ternak ini juga dibutuhkan di daerah Siantar-Simalungun," urainya.

Pemilik ternak lainnya, Susanto, sangat menyesalkan tindakan penganiayaan yang dilakukan orang orang tak dikenal tersebut. Oleh karena itu, warga berencana akan membawanya ke jalur hukum.

"Karena kami memiliki kerugian yang sangat besar, tentunya kami juga ingin tahu siapa yang berbuat ini. Apakah satu orang atau kelompok. Jangan praduga kami ini jadi tuduhan, warga ingin tahu apa maksud dan tujuan serta pelakunya ini, tentunya pihak kepolisian lebih paham dalam hal itu," ungkapnya. Sementara, Ketua Kelompok Peternak Kerbau 'Hidup Baru', Sukoso sangat menyayangkan sikap oknum-oknum yang menganiaya hewan ternak ternak tersebut. "Negara ini didirikan agar bermanfaat untuk rakyat, jadi ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kalo gak bermanfaat, bubarkan saja," cetusnya kesal.

Dia mengatakan, sebagian kerbau yang dianiaya sudah dipotong dan dagingnya dibagikan kepada warga sekitar. "Ada yang kita potong, ada juga yang ditanam," cecarnya.

Terpisah, Pangulu Nagori Bahtobu Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Sumarni saat ditemui wartawan di kediamannya mengaku kesal dengan kejadian penganiayaan tersebut. "Apakah itu pihak perkebunan atau masyarakat, tetapi ini pasti bukan ulah warga. Karena, hampir 90 persen warga di sini, memiliki ternak," katanya.

Diakui Sumarni, pihak perkebunan pernah memanggilnya untuk membahas hal tersebut. Namun ia menolak permintaan perkebunan untuk melarang warga agar tidak melepaskan ternaknya secara liar. "Saya tidak mau karena tidak ada solusi yang diberikan kepada masyarakat," sambungnya sembari mendukung warga untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.(**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com