Puluhan Massa HMI Datangi Kejari dan PN Simalungun


236 view
Puluhan Massa HMI Datangi Kejari dan PN Simalungun
(Foto: SIB/Roida Siahaan)
UNJUKRASA: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat melakukan unjukrasa di depan Kejari Simalungun, Senin (15/2). 
Simalungun (SIB)
Terkait dugaan pengrusakan lahan hutan negara register 18 di Marihat Mayang Kecamatan Hutabayuraja Simalungun, puluhan orang yang menamakan dirinya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), melakukan unjukrasa ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (15/2).

Dalam pernyataan tertulis tertera 6 poin yang dibacakan salah seorang pengunjukrasa, diantaranya bahwa lahan hutan yang dikuasai UD Mitra Abadi Jaya Sawit (UD MAJS) adalah lahan hutan negara Register 18.

“Kemudian UD MAJS telah memenduduki dan menguasai kawasan hutan tanpa izin Menteri Kehutanan, serta telah merubah fungsi hutan negara menjadi perkebunan sawit selama puluhan tahun.

Bahkan telah berdiri sejumlah rumah permanen di atas lahan hutan negara Register 18 dan menurut Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Pematangsiantar, Dinas Kehutanan Provinsi Sumut Tigor Siahaan yang pernyataannya dilansir salah satu media online 27 November 2020 disebutkan jika pihak UD MAJS telah melanggar UU No 18 tahun 2013”, sebut mereka.

Para pengunjukrasa melalui orasinya meminta agar instansi terkait segera mengembalikan fungsi hutan negara Register 18 Marihat Mayang Simalungun.Kemudian menangkap dan menyidik pemilik UD MAJS yang diduga telah merusak hutan dan meminta pemerintah pusat untuk segera menetapkan hutan register 18 menjadi kawasan hutan tanaman rakyat.

Usai menyampaikan orasinya para pengunjukrasa dengan tertib meninggalkan kedua kantor penegak hukum tersebut. (S03/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com