Putusan PN Sidikalang, Tombak Mual Napambelang Tidak Ada Pemilik


108 view
Foto SIB/ Edison P. Malau
Ketua Majelis Hakim, Ledis Bakara (tengah) saat membacakan putusan perkara no 29/Pdt.G/2020/PN-Sdk, Senin, (5/4) di ruang cakra PN Sidikalang.
Sidikalang (SIB)
Pengadilan Negeri Sidikalangakhirnya memutuskan perkara no 29/Pdt.G/2020/PN-Sdk, di ruang cakra PN Sidikalang, Senin (5/4) . Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Ledis M Bakara MH didampingi dua anggota lainnya bergantian membacakan berbagai pertimbanganhukum.

Masyarakat Dusun Napambelang,Desa Soban, Kecamatan Siempatnempu, Kabupaten Dairi mengajukan gugatannya ke PN Sidikalang, terhadap objek perkara lahan Hutan Lindung Air Minum atau Tombak Mual. Masyarakatmeminta, Majelis Hakim memutuskan bahwa objek perkara adalah hak milik bersamamasyarakat Dusun IV Doloknauli dan Dusun V Napambelang, Desa Soban, Kecamatan Siempatnempu, Kabupaten Dairi.

“Dalam eksepsi, mengabulkaneksepsi Tergugat. Dalam pokok perkara, menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 4.225.000,-” ucap Ledis M Bakara itu membacakan amar putusan itu.

Dalam pertimbagangannya,Majelis Hakim menyatakanbahwa belum ada dinyatakan siapa yang berhak atas objek yang diperkarakan atau disebut dengan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO). Penggungat maupun Tergugat harus melengkapi berbagai bukti, supaya bisa dinyatakan asset desa atau hak ulayat.

Ketika ditanyakan usai sidang, Ledis M Bakara MH Senin (5/4) usai sidang, menolakmemberikan keterangan. Diakui Ledis, semua informasi dikendalikan oleh Humas PN yang sudah ditunjuk.

“Mengenai amar putusan sudah dapat diakses dalam Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara yang telah dipublikasikan 1x24 jam atau one day publish. Sedangkanuntuk menjelaskan isi putusan, Ketua Majelis Hakim yang juga Ketua PengadilanNegeri Sidikalang menolakmemberikan penjelasan karena untuk hal tersebut telah ada petugas yang ditunjukyaitu Jurubicara ataupun Humas,” tulis Ledis melalui pesan WA kepada SIB.

Penggugat yang mengatasnamakanmasyarakat tertulis sebanyak 43 orang melawan Tergugat HasudunganMalau, Kabar Malau dan Jelass Malau. Dalam gugatannya,masyarakat meminta, Majelis Hakim menyatakan perbuatan Tergugat I, TergugatII dan Tergugat III yang mengklaim tanah objek perkaraadalah miliknya dengan alasan diperoleh dari warisan orang tuanya yang kemudian membakar, mengusahai sebahagianserta memasang plang baliho di sekitar tanah objek perkara adalah perbuatan yang melawan hukum.

“Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III untuk meninggalkan serta mengembalikanTanah Objek Perkara oleh karena Perbuatan melawanhukum yang telah dilakukannyatersebut kepada Para Penggugat dalam keadaan baik adanya sebagaimana sedia kala,” tulis masyarakat dalam gugatannya. (B2/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com