Ratusan Pedagang Tradisional Simpang Empat Asahan Mengeluh, Sewa Kios Mahal


151 view
Foto SIB/Mubakhtiar Lubis
KUMUH: Kondisi pasar milik pribadi di Desa Simpang Empat Asahan kumuh. 
Asahan (SIB)
Ratusan pedagang tradisional di Kecamatan Simpang Empat Asahan, mengeluh.
Pasalnya sewa kios di dalam pasar milik pribadi/perorangan sangat mahal. Diketahui selama ini, pasar tempat mereka berjualan, adalah pasar milik perorangan. Demikian diungkapkan Anto seorang pedagang ayam potong di Simpang Empat, Minggu (3/1).

Kepada SIB Anto mengatakan, kondisi pasar saat ini kumuh, lokasinya persis di tepi jalan lintas Kisaran Tanjungbalai, bangunannya pasar itu dari papan, atapnya sudah banyak yang bocor.

Meski begitu, kalau menyewa kios berukuran 3 x 4 meter saja, kita harus bayar sewa Rp 14 ribu, tiap hari, kata Anto.
Bukan itu saja tambah Anto, adalagi uang kebersihan Rp 3000 dan uang jaga malam/ keamanan Rp 3000, tiap hari dikutip.
Sukiran seorang pedagang sembako di pasar itu mengatakan, ada pengusaha lain yang sudah membangun pasar modern dan permanen.

Namun lokasinya masuk ke dalam, jadi pedagang enggan berjualan di pasar modern tersebut.
Sementara ketua Asosiasi Pedagang Asahan (Apsa) Racmad Nasution membenarkan kondisi pasar di Simpang Empat itu sempit.
Meski ada 2 orang pengusaha sudah mendirikan pasar, kios dan pelataran permanen, pedagang tetap memilih berjualan di pasar milik pribadi itu.

Menurut Racmad, masalah pasar itu sudah disampaikan ke DPRD dan Polres Asahan, karena lokasinya di tepi jalan.
“Sering terjadi macet di depan pasar itu, karena dipenuhi parkir sampai ke bahu jalan,” kata Rachmad.
“Mereka berharap dan siap direlokasi, asalkan Pemkab Asahan membangun pasar di daerah itu,” ujar Racmad. (A05/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com