Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumut 279.563 Ton Lebih


143 view
Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumut 279.563 Ton Lebih
(Dok: Kementan)
Ilsutrasi pupuk. 
Medan (SIB)
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mengatakan, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi Sumatera Utara kepada para petani sejak Januari hingga 6 Nopember 2021 sebanyak 279.563,70 ton Sedangkan alokasi kebutuhan pupuk setàhun sebanyak 331.861 ton.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara melalui Kasi Pupuk Heru Suwondo kepada SIB, Senin petang (8/11).

Dikatakan, total kebutuhan pupuk tahun 2021 sebanyak 361.861 ton dengan rincian urea sebanyak 154.916 ton dengan realisasi 119.974 ton atau 77,44 %.

Kemudian SP-36 sebesar 38.907 ton dengan realisasi 24.098,55 ton atau 61,94 %.

Jenis ZA sebanyak 34.008 ton, realisasinya 16.685,10 ton atau 49,06 %.

Jenis NPK 114.112 ton, realisasinya 104.782,30 ton atau 91,82% dan jenis pupuk organik 19.918 ton,realisasinya 14.023,60 ton atau 70,41%.

Dari semua jenis pupuk tersebut terbanyak jenis urea sebanyak 154.916 ton.

Dari 32 kabupaten/ kota di Sumut yang menerima pupuk tersebut tinggi serapannya untuk jenis urea yakni Karo 93,37 %, Dairi 86,88%, Simalungun 81,54%, Langkat 81,61 %, Sergai 81,07%, Deli Serdang 78,33%.
Kemudian SP36 yakni Langkat, Karo dan Dairi.

Jenis ZA yakni Langkat, Karo, Asahan, Labusel dan Dairi.

Jenis NPK hampir semua kabupaten, banyak memperoleh bibit dan lahannya luas.
Jenis organik yakni Kabupaten Karo dan Labusel.

Diakuinya, data pupuk bersubsidi masih belum lengkap, artinya belum semua masuk ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut. "Mudah-mudahan segera masuk datanya secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan,penyaluran pupuk bersubsidi diberikan selektif dengan menggunakan sistem RDKK (Rencàna Definitif Kebutuhan Kelompok).

Artinya, penerima subsidi pupuk yang tergabung dalam kelompok tani lebih dulu mengajukan RDKK agar tepat sasaran, ujar Heru.

Ditanya apakah petani sudah mengetahui tata caranya, kata Heru sudah, karena mereka lebih dulu sudah diberi sosialisasi.
"Para petani lebih dulu tergabung dalam kelompok tani," ujarnya.

Harga masing-masing jenis pupuk bersubsidi, yakni pupuk urea Rp 1.800 per kg, pupuk SP-36 Rp. 2.000 per kg, pupuk ZA Rp. 1.400 per kg, pupuk NPK Rp. 2.300 per kg dan pupuk organik Rp. 500 per kg. (A1/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com