Realisasi Penyaluran Pupuk di Sumut 186.899,27 Ton


125 view
Realisasi Penyaluran Pupuk di Sumut 186.899,27 Ton
FaktualNews.co/Istimewa
ilustrasi pupuk bersubsidi.
Medan (SIB)
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mengatakan,realisasi penyaluran pupuk bersubsidi Sumatera Utara kepada para petani sejak Januari hingga Juli 2021sebanyak 186.899,27 ton.

Sedangkan alokasi kebutuhan pupuk setàhun sebanyak 361.861 ton.

Hal itu diungkapkan Kadis melalui Kasi Pupuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Heru Suwondo kepada SIB, Rabu (25/8).

Dikatakan, total kebutuhan pupuk tahun 2021 sebanyak 361.861 ton dengan rincian jenis pupuk urea sebanyak 154.916, ton dengan realisasi 75.867,10 ton atau 48,97%.

Kemudian jenis SP-36 sebesar 38.907 ton dengan realisasinya 15.123,80 ton atau 38,87 %, jenis ZA sebanyak 34.008 ton, realisasinya 10.782,05 ton atau 31,70 %, jenis NPK 114..112 ton,realisasinya 75.800,80 ton atau 66,43% dan pupuk organik 19.918 ton,realisasinya 9.325,52 ton atau 46,82%.

Dari semua jenis pupuk tersebut terbanyak jenis urea sebanyak 154.916 ton.

Dari 32 kabupaten/ kota di Sumut yang menerima pupuk tersebut tinggi serapannya untuk jenis urea yakni Kabupaten Dairi, Humbahas, Labusel, Labuhan Batu dan Tebing Tinggi.

Kemudian SP36 Langkat, Karo dan Dairi. Jenis ZA yakni Làngkat, Karo, Asahan, Labusel dan Dairi. Jenis NPK hampir semua kabupaten banyak memperoleh bibit dan lahannya luas.

Jenis organik yakni Kabupaten Karo dan Labusel

Diakuinya, data pupuk bersubsidi masih belum lengkap.Artinya belum semua masuk ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut." Mudah-mudahan segera masuk datanya secara keseluruhan, ujarnya.

Heru menjelaskan, penyaluran pupuk bersubsidi diberikan selektif dengan menggunakan sistem RDKK (Rencàna Definitif Kebutuhan Kelompok)

Artinya, penerima subsidi pupuk yang tergabung dalam kelompok tani lebih dulu mengajukan RDKK agar tepat sasaran, ujar Heru.

Ditanya apakah petani sudah mengetahui tata caranya, kata Heru sudah, karena mereka lebih dulu sudah diberi sosialisasi.
"Para petani lebih dulu tergabung dalam kelompok tani," ujarnya.

Adapun daftar harga masing-masing jenis pupuk bersubsidi, yakni pupuk urea Rp 1.800 per Kg, pupuk SP-36 Rp 2.000 per Kg, pupuk ZA Rp 1.400 per Kg, pupuk NPK Rp 2.300 per kg dan pupuk organik Rp 500 per Kg. (A1/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com