Pengamat Sosial Wara Sinuhaji :

Rekayasa Lalu Lintas Medan - Berastagi Bisa Jerumuskan Pengendara


241 view
Rekayasa Lalu Lintas Medan - Berastagi Bisa Jerumuskan Pengendara
Internet
Drs Wara Sinuhaji MHum
Medan (SIB)
Pengamat sosial USU Drs Wara Sinuhaji MHum mengatakan, banyak dan padatnya kendaraan bermotor melintas di jalur Medan ke Berastagi, sering menimbulkan kemacetan luar biasa. Sehingga aparat merasa perlu merekayasa lalu lintas, pada hari tertentu Sabtu dan Minggu.

Belum lagi ulah sopir-sopir angkutan, dan bus yang tidak patuh aturan, saling serobot jalan kalau antrian sudah panjang. Mereka seperti raja jalanan, seolah jalan raya milik "moyang” mereka, kata Wara di Medan, Sabtu (26/6), mengomentari adanya rekayasa jalan di Pancurbatu.

Dikatakannya, hampir setiap hari Sabtu dan Minggu, mendekati kota kecil Pancurbatu lumpuh dan macet antrean panjang. Penyebabnya antara lain adalah ke luar masuk kendaraan berliburan di taman wisata Airos.

Demikian juga pasar tumpah di kota kecil Pancurbatu. Situasi mengakibatkan jalanan antre berkepanjangan, menjadi macet total, karena ulah sopir bus saling serobot, raja jalanan menuju Kabanjahe.

Untuk menghindarkan kemacetan panjang ini, akhirnya aparat lalu lintas Kota Medan, dan Kabupaten Deliserdang mencoba lakukan rekayasa lalu lintas mengurangi kepadatan.

Kendaraan pribadi dan angkutan umum roda empat dari arah Medan diarahkan masuk lewat simpang Kongsi (samping Airos). Seterusnya ke luar di Desa Durin Pitu, lalu menuju Berastagi.

Rekayasa ini harus kita beri apresiasi, tapi sangat disayangkan, karena sebelum rekayasa ini, diyakini mereka tidak melakukan survei dan meninjau situasi jalan raya ini terlebih dahulu. Lalu memutuskan begitu saja, membuat tanda petunjuk jalan, menjerumuskan para pengendara untuk terjerembab ke beram jalan yang dalam, kata Wara.

“Jalan raya dari simpang Kongsi, menuju Desa Namo Bintang saja keadaannya kupak-kapik. Luas jalan hanya sekitar tiga meter. Kalau selisih dengan mobil dari arah depan, keduanya harus minggir ke beram yang dalam, dapat merusak kendaraan bermotor. Apalagi kalau selisih dengan truk besar, kita bisa berabe, jadinya,” ungkap Wara.

Demikian juga jalanan dari Kuta Kepar sampai Durin Pitu, situasinya hampir sama, penuh kubangan kerbau, dan kupak-kapik kurang rawat, jalanan juga sempit, beram jalan dalam.

Hendaknya sebelum rekayasa ini dimulai, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, baik dari arah Medan ke Berastagi, sebaliknya dari Berastagi ke Medan, harus diperbaiki dan diperluas jalan raya ini.

Sebagai pengamat yang sering melintas, mewakili masyarakat dan aparat lalu lintas, meminta dengan sangat, Bupati/ Pemerintahan Kabupaten Deliserdang untuk merehab,dan memperluas ruas jalan raya tersebut. Sebaliknya Pemko Medan juga segera merawat jalan raya di bawah wewenang tugas dan tanggung jawabnya, katanya.

“Ini sekadar harapan masyarakat, agar rekayasa lalu lintas sewaktu-waktu dapat dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur padat ini. Kalau mengharap jalan tol, rasanya masih jauh panggang dari api,” kata Wara. (A2/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com