SMA Negeri 1 Pagaran Mulai Laksanakan PTM


538 view
SMA Negeri 1 Pagaran Mulai Laksanakan PTM
Foto harianSIB.com : Dok SMA Negeri 1 Pagaran
Pemeriksaan: Sejumlah guru SMA Negeri 1 Kecamatan Pagaran Kabupaten Taput melakukan pemeriksaan suhu badan dengan menggunakan thermo gun dan penyemprotan disinfektan kepada siswa yang mengikuti PTM sebelum masuk ke area sekolah.

Tapanuli Utara (harianSIB.com)


SMA Negeri 1 Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara memulai pembelajaran tatap muka terbatas (PTM), Selasa (7/9/2021).


Seperti dilaporkan jurnalis koran SIB Bongsu Batara Sitompul, Kacabdisdik Wilayah Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara, Darwin Erikson Purba Ssos MSi melalui Kasi Ketenagaan SMA dan PK, John Suhartono Purba SPd SH MH bersama Kasi SMK, Rudi Sinaga menjelaskan, kepada siswa yang mengikuti PTM diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.


" Sebelum memasuki area sekolah, guru melakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun kepada siswa dan menyemprotkan hand sanitizer kepada siswa, " jelas Suhartono


Rudi juga menambahkan, dalam proses pembelajaran di ruang kelas, siswa diwajibkan menjaga jarak dengan sistem setiap meja hanya untuk satu siswa.


Sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/39/INST/2021 menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di masapandemi Covid - 19 dilakukan dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan, pembelajaran tetap muka terbatas dengan tetapmenerapkan protokol kesehatan; dan/atau, pembelajaran jarak jauh.


Kemudian kabupaten / kota dengan kriteria Level 3 dan Level 2 kegiatan pembelajaran pada jalur formal dan informal dilakukan dengan menerapkan kegiatan sebagai yakni, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh dengan kapasitas maksimal 50% kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB dan SMLB, MALB maksimal 62% sampai dengan100% dengan menjaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal 5 peserta didik per kelas.


Selanjutnya memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan, kantin tidak diperbolehkan dibuka dan warga satuan pendidikan disarankan membawa makanan/minuman dengan menu gizi seimbang, siswa yang terpapar Covid -19 tidak dibenarkan mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka dan jika mengidap penyakit penyerta (komorbid) harus dalam kondisi terkontrol, apabila salah seorang anggota keluarga di rumah terpapar Covid-19, siswa tersebut tidak dibenarkan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas dan jumlah jam pelajaran tatap muka terbatas diatur sebanyak 2 kali seminggu dan 2 jam perhari dengan durasi 60 menit. (*)

Editor
: Robert
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com