SMPN 3 Lubukpakam Bantah Ada Rekrut Paskibra dan Adukan Oknum Minta Foto Pelajar Tanpa Busana

* Polresta Deliserdang Masih Lakukan Penyelidikan

522 view
SMPN 3 Lubukpakam Bantah Ada Rekrut Paskibra dan Adukan Oknum Minta Foto Pelajar Tanpa Busana
TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Polresta Deliserdang, Jalan Sudirman, Petapahan, Kabupaten Deliserdang.
Lubukpakam (SIB)
Adanya percakapan mengatasnamakan Wakil Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Lubukpakam yang mengajak para pelajar agar masuk menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dengan syarat tertentu hingga meminta foto pelajar tanpa busana melalui aplikasi WhatsApp menjadi perbincangan. Pihak sekolah sudah mengklarifikasi Wakasek dimaksud dan membantah tidak ada melakukan rekrutmen untuk Paskibra, serta tidak mengenal nomor WhatsApp yang berkomunikasi dengan para pelajar tersebut.

"Benar ada chat percakapan itu ke pelajar mengatasnamakan Ibu Wakil Kasek. Hingga orangtua pelajar itu datang melapor ke Disdik Deliserdang dan di situ baru kita tahu bahwa ada oknum tertentu membuat modus demikian. Kita dari sekolah tidak ada merekrut Paskibra selama pandemi. Untuk mengetahui siapa oknum itu kami dari SMPN3 sudah melapor ke Polresta Deliserdang," kata Kepala SMPN 3 Lubukpakam, M Juhum Siregar saat ditemui SIB di Lubukpakam, Rabu (8/12).

Diceritakan, awalnya ada murid mendapatkan chat via WhatsApp mengatasnamakan Sri Rejeki (Wakil Kepsek). Dalam chat, Sri memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa ada perekrutan anggota Paskibra. Dari situ berkembang permintaan Sri sampai ada pembicaraan yang panjang.

"Intinya, pelajar dicalonkan ke Paskibra. Yang mengaku atas nama ibu Sri ini melalui WhatsApp kepada tiga pelajar kita yaitu kelas 8 C, 8 E dan 8 G. Siswi 8 G dapat info itu langsung melapor ke wali kelas dan dicroscek ke Wakasek dan ternyata informasi itu adalah hoax. Namun dua siswi lainya tidak mengkonfirmasi wali kelas atau guru BK," terang Juhum.

Sehingga dua siswi yang masih ada percakapan lanjut dengan oknum tertentu itu terkecoh dan terjebak memaui kemauan oknum yang tidak bertanggungjawab itu. Dalam percakapan WhatsApp dengan oknum itu diminta syarat untuk dijadikan Paskibra, harus ada foto tanpa busana bagian atas dan bawah pelajar. Alasan itu disebut untuk pemeriksaan medis sebagai salah satu syarat Paskibra dalam isi chat WhatsApp.

"Pada 22 Nopember 2021, orangtua yang dua itu menyampaikan temuan percakapan WhatsApp anaknya ke Dinas Pendidikan Deliserdang. Pada hari itu juga saya dipanggil ke dinas bersama ibu Sri Rejeki menghadap Ibu Kabid Pembinaan SMP yaitu Elfiami Sinambela. Dan bertemu kedua orangtua tersebut, ibu Sri mengaku tidak ada menyampaikan hal seperti itu kepada anak. Dan nomor whatsApp dalam percakapan itu bukan nomor ibu Sri," terang Juhum.

Usai itu, keesokan harinya, pihaknya bersama orangtua membuat pertemuan di sekolah. Hadir juga ketiga pelajar di ruang BK bersama guru BK nya. Setelah ditanya, guru yang ada diduga terlibat dalam percakapan tidak merasa dan tidak ada konfirmasi soal Paskibra. Sehingga disimpulkan ada oknum tertentu yang memanfaatkan situasi dengan tujuan tidak baik.

"Atas persoalan ini, saya sudah melapor ke Polresta Deliserdang. Dengan konseling laporan pengaduan, dugaan pencemaran nama baik dan pornografi melalui media sosial pada 7 Desember 2021 dengan bukti percakapan WhatsApp yang diketahui penyidik pembantu Satreskrim Aipda Tri Teguh C Wibowo. Ibu Sri Rejeki sebagai pelapor dan saya sebagai saksi.

Dengan nomor terlapor yaitu 0856640.....," terang Siregar didampingi Sri Rejeki.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para siswa apabila ada informasi seperti itu melalui WhatsApp yang belum tentu kebenarannya supaya mengadukan ke pihak sekolah. Agar mengetahui informasi yang benar dan tidak terjebak.

"Saya berharap kepada Bapak Kapolresta Deliserdang supaya mengusut persoalan itu dan menangkap aktor yang mengatasnamakan Wakasek serta sudah merugikan pelajar kita. Aktor itu harus ditangkap karena sudah membuat malu Disdik Deliserdang, khususnya SMPN 3 Lubukpakam," tandas Siregar.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK MH, ketika dikonfirmasi SIB melalui Kasat Reskrim AKP I Kadek Hery Cahyadi SIK MH, Rabu (8/12) membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan dalam bentuk konseling. Terkait siapa pemilik nomor yang menghubungi melalui aplikasi WhatsApp, ia mengatakan pihaknya masih mengadakan penyelidikan. (C3/C1/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com