SOL Bersama Dinas Kesehatan Taput Atasi Gizi Buruk Bayi dan Ibu Hamil


296 view
SOL Bersama Dinas Kesehatan Taput Atasi Gizi Buruk Bayi dan Ibu Hamil
Foto: Dok/Humas SOL
SOSIALISASI: SOL bersama Dinas Kesehatan Taput sosialisasi pencegahan stunting dan permasalahan gizi  khususnya di desa-desa sekitar proyek SOL. Sosialisasi diikuti  250 orang terdiri ibu balita, ibu hamil, dan kader posyandu di 19 desa terdampak SOL. 

Tarutung (harianSIB.com)


Tim CSR Sarulla Operations Ltd (SOL) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara mangatasi gizi buruk bayi dan ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK).


Program ini dilaksanakan berawal dari ditemukannya balita kurang gizi dan ibu hamil KEK di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu oleh Tim CSR Sarulla Operations Ltd.


Demikian siaran pers SOL yang diterima jurnalis Koran SIB Posma Simorangkir dari Humas SOL Hindustan Sitompul, Senin (11/4/2022).


Disampaikan, tim CSR SOL dan Bidang Gizi Dinas Kesehatan Taput melakukan intervensi selama 3 bulan untuk membantu menangani masalah gizi biruk tersebut melalui pemulihan gizi selama 3 bulan yaitu pada September – Desember 2021 dan secara rutin dipantau bidan desa setempat.


Hasilnya, total 22 balita mengalami gizi buruk sebanyak 19 orang saat ini sudah memiliki berat badan normal dan mengalami perubahan status gizi menjadi gizi baik.


Sedangkan 3 balita lainnya sudah memiliki peningkatan berat badan walaupun tidak signifikan dan statusnya masih sama dikarenakan adanya kondisi bawaan.


Sementara itu, 2 dari 3 ibu hamil KEK saat ini memiliki status gizi baik dan seorang lagi tidak mengalami kenaikan berat badan yang disebabkan kondisi bawaan.


Dalam penanganan gizi biruk ini, tim CSR Sarulla Operations Ltd dan bidang gizi dinas Kesehatan Tapanuli Utara memanfaatkan daun kelor yang diolah menjadi kue kering sebagai salah satu komponen makanan tambahan untuk balita gizi buruk dan ibu hamil KEK.


Pemanfaatan daun kelor tersebut ternyata berdampak baik dalam pemulihan kasus gizi buruk bayi dan ibu hamil.


Selain melaksanakan program intervensi gizi buruk, SOL berinisiatif mendistribusikan 100 bibit kelor ke 19 desa di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae.


Diharapkan bantuan bibit yang diberikan dapat dikembangkan dan dikelola oleh pemerintah desa melalui PKK dan kader posyandu sebagai bahan pangan dalam kegiatan posyandu.


Upaya lebih lanjut SOL dalam pencegahan stunting dan permasalahan gizi khususnya di desa-desa sekitar proyek SOL, dilakukan sosialisasi pencegahan stunting sejak dini kepada 250 orang yang terdiri ibu balita, ibu hamil dan kader posyandu di 19 desa terdampak SOL, di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu. (*)


Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com