Sambut Idul Fitri, Wali Kota Medan Tutup Sementara Kesawan City Walk


118 view
(Foto SIB Roy Marisi Simorangkir)
Beri Penjelasan : Wali Kota Medan Bobby Nasution memberi penjelasan terkait penutupan sementara KCW ketika diwawancara wartawan di Balai Kota Medan, Kamis (6/5). 
Medan (SIB)
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan telah menutup sementara seluruh kegiatan di Kesawan City Walk (KCW) untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan menghindari KCW menjadi konsentrasi masyarakat, terutama yang datang dari Binjai, Deliserdang dan Tanah Karo. Selain dibuka kembalinya sejumlah ruas jalan yang selama ini ditutup, selama penutupan sementara itu para pedagang juga tidak diperbolehkan berjualan.

Dikatakan Bobby saat diwawancara wartawan di Balai Kota Medan, Kamis (6/5), Pemerintah Provinsi Sumut mengizinkan masyarakat yang bermukim di Medan, Binjai, Deliserdang dan Tanah Karo untuk melaksanakan mudik pada masa larangan terhitung mulai 6-17 Mei mendatang.

“Yang pasti, ini bukan karena KCW melanggar Prokes. Kita pastikan, masalah pengamanan Prokes kita perketat terus. Bahkan, perbaikan-perbaikan terus dilakukan, seperti membuat jarak antar pedagang, pembatasan jam operasional. Walau kita dibilang tutup jam 23.00 WIB, tapi sekarang jam 20.30 WIB sudah kita tutup pintu masuk ke KCW dan jumlahnya dibatasi tidak boleh lebih dari 350 orang yang masuk,“ katanya.

Ditambahkan, KCW akan kembali dibuka setelah Lebaran, untuk menghindari kerumuman karena kedatangan masyarakat Mebidangro. Selain itu, tambahnya, Pemko Medan telah mengimbau tempat-tempat wisata untuk membatasi pengunjungnya sebanyak 50 persen.

“Kita tak ingin masyarakat dari Mebidangro berdatangan dan berkumpul di KCW. Jadi sebagai antisipasi, KCW kita tutup sementara hingga berakhirnya Lebaran,” tegasnya.

Sementara Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Benny Iskandar yang merupakan Person in Charge (PIC) KCW mengatakan, penutupan sementara KCW juga dilakukan sebagai upaya untuk mendorong masyarakat lebih fokus dan khusyuk dalam menjalani puasa maupun ibadah di bulan suci Ramadhan 1442 H.

Diungkapkan, Pemko Medan menutup sementara Kesawan City Walk (KCW) mulai Rabu (5/5) hingga Kamis (20/5).

"Di samping itu juga seluruh OPD terkait di lingkungan Pemko Medan berkonsentrasi penuh untuk memberikan pelayanan dan kegiatan mulai akhir Ramadan hingga menjelang Lebaran," terangnya.

Penutupan sementara KCW ditindaklanjuti dengan menyurati seluruh pelaku UMKM di kawasan tersebut. Dalam Surat Edaran (SE) No.510.1/1434 tanggal 4 Mei 2021 yang ditandatangani Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono, para pedagang diminta untuk tidak melakukan aktifitas di KCW mulai, Rabu (5/5).

Selama penutupan sementara berlangsung, OPD terkait akan melakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur sehingga saat dibuka kembali, kondisi KCW jauh lebih baik dan tertata. Bersamaan itu, sejumlah ruas jalan yang selama ini ditutup mulai pukul 18.00 – 22.00 WIB akan dibuka kembali seperti biasanya.

“Jadi bukan karena dianggap melanggar Prokes maupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, tapi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk fokus menjalani ibadah di penghujung Ramadan,” katanya.

Pasca penutupan, OPD terkait akan mengevaluasi terkait pelaksanaan KCW selama ini. Kemudian, membahas sistem pembayaran, prasarana dan penempatan kembali tata letak dan mengevaluasi pedagang yang jenis dagangannya. Diharapkan dengan evaluasi itu, nantinya pelaksanaan KCW akan lebih baik disertai pengawasan ketat dalam penerapan Prokes.

"Para pedagang sudah sepakat untuk benar-benar menjalankan PPKM dan Prokes, tentu mereka akan rugi sendiri bila melanggar instruksi. Seminggu belakangan sudah terlihat, para pedagang sudah menutup sendiri usahanya setengah jam sebelum batas operasional,” ungkapnya.

Selanjutnya, Benny secara tegas menepis tudingan yang menyatakan KCW memicu terjadinya kerumunan. Diakui, berdasarkan evaluasi dan peninjauan langsung selama tiga malam mulai Jumat- Minggu kemarin, banyaknya warga yang datang bukan untuk menikmati kuliner di KCW, justru mereka datang untuk menikmati suasana dan beberapa titik di Kesawan menjadi spot foto yang mereka anggap menarik.

“Kita sudah amati langsung, warga banyak yang datang. Tapi, angkringan banyak juga yang kosong. Inikan membuktikan jika kedatangan warga bukan hanya untuk menikmati KCW, tetapi menikmati suasana Kesawan yang dinilai cukup menarik pada malam hari,” jelasnya.

Tindakan Wali Kota Medan menutup sementara KCW mendapat dukungan penuh Ketua MUI Kota Medan, Dr H Hasan Matsum MAg. Tindakan itu, dinilai memberi kesempatan kepada masyarakat agar fokus mengisi akhir bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan ibadah. Diharapkan, penutupan sementara itu tidak melemahkan keinginan wali kota untuk memulihkan perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Niat menghadirkan KCW sebagai upaya untuk menstimulus perekonomian di Kota Medan terutama pelaku UMKM. Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Bobby Nasution dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Terbukti, Medan yang selama ini berada di zona merah, kini telah berubah menjadi orange. Diharapkan, upaya tersebut terus ditingkatkan sehingga pandemi Covid-19 berakhir," ungkapnya. (A16/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com