Sat Polair Polres Langkat Sosialisasi Keamanan dan Batas Perairan Indonesia-Malaysia


153 view
Sat Polair Polres Langkat Sosialisasi Keamanan dan Batas Perairan Indonesia-Malaysia
Foto : Dok/Polres Langkat
Kasat Pol Airud Polres Langkat Iptu Heru Ediyanto SH mensosialisasikan keamanan dan batas perairan kepada para nelayan di Mako Sat Pol Airud Polres Langkat Jalan Babalan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kamis (2/2/2023). 
Langkat (harianSIB.com)


Sat Polair Polres Langkat bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Provinsi Sumut, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Langkat menggelar kegiatan Sosialisasi Keamanan dan Batas Perairan antar Indonesia dan Malaysia di Mako Sat Polair Polres Langkat Jalan Babalan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kamis (2/2/2023).


Pada kesempatan itu, Kasat Polair Polres Langkat Iptu Heru Ediyanto SH mengatakan, kegiatan sosialisasi itu digelar untuk menjaga kerukunan nelayan Kabupaten Langkat, guna menghindari konflik dan agar nelayan tidak melintasi batas Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI), saat melakukan penangkapan ikan di wilayah Perairan Selat Malaka.


"Diharapkan sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman nelayan tentang batas-batas wilayah perairan, sehingga nantinya tidak akan ada lagi nelayan Indonesia khususnya Kabupaten Langkat yang ditangkap karena melanggar batas-batas kewilayahan," katanya.


Hal senada disampaikan Kadis DKP Kabupaten Langkat Drs TM Auzai, yang juga berharap tidak akan ada lagi nelayan Kabupaten Langkat yang ditangkap di Malaysia. Dijelaskan, penindakan berupa penangkapan terhadap nelayan Indonesia itu sangat merugikan pemerintah dan keluarga para nelayan itu sendiri.


Sementara, Kasi Penanganan, Penindakan dan Penegakan Hukum KKP Sumut Jhon Marudut Silalahi menegaskan, nelayan harus benar-benar memahami batas-batas wilayah, serta tahu pasti koordinat batas-batas area perairan kedua negara. Ditegaskan, pelanggaran batas wilayah perairan akan menyebabkan pemerintah negara setempat melakukan penindakan penangkapan terhadap nelayan.


"Bila nelayan Indonesia melewati batas perairan, berarti sudah memasuki wilayah Malaysia dan akan ditangkap. Tindakan serupa juga dilakukan pemerintah Indonesia bila ada nelayan Malaysia yang melanggar batas perairan," jelasnya.


Usai pemaparan materi dari pihak Sat Pol Airud Polres Langkat, DKP Langkat dan KKP Sumut, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh nelayan Kabupaten Langkat yang menghadiri kegiatan itu. (A16)





Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com